Berita

Presiden Prabowo Subianto ditemani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat HUT Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta Pusat, Selasa 1 Juli 2025 (Foto: dok. YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo terkait posisi Polri dalam struktur pemerintahan menuai kritik tajam. Narasi tersebut dinilai sebagai wacana yang sengaja diproduksi untuk mengusik stabilitas keamanan nasional.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA), Aminullah Siagian, menyayangkan pernyataan tersebut. Ia menilai Gatot telah menyebarkan narasi menyesatkan mengenai hubungan Polri di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Aminullah menegaskan bahwa tudingan Gatot yang menyebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membangkang perintah Presiden terkait penolakan penempatan Polri di bawah kementerian adalah klaim yang tidak berdasar dan berpotensi memecah belah institusi negara.


“Pernyataan Gatot bukan hanya menyesatkan, tapi berbahaya. Ia seolah membangun opini bahwa Kapolri melawan Presiden. Padahal, kebijakan Presiden Prabowo secara tegas menyatakan Polri tetap berada langsung di bawah Presiden, sesuai amanat konstitusi dan UU Nomor 2 Tahun 2002,” ujar Aminullah di Jakarta, Senin 9 Februari 2026. 

Kritik Terhadap Wacana Reformasi Polri

Tak hanya menyasar Gatot, Aminullah juga mengkritik keras sejumlah tokoh seperti Prof. Mahfud MD dan Prof. Jimly Asshiddiqie yang kerap menggulirkan gagasan penempatan Polri di bawah kementerian khusus. Ia menilai wacana tersebut tidak muncul secara netral, melainkan bagian dari gerakan terstruktur untuk melemahkan institusi Polri.

“Ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat akademik. Ada pola berulang dan momentum politik yang dimanfaatkan. Kami melihat ada upaya sistematis untuk mendegradasi Polri sekaligus meruntuhkan kepercayaan publik terhadap Kapolri,” tambahnya.

Aminullah melihat adanya upaya framing yang sengaja membenturkan Kapolri dengan Presiden guna melemahkan legitimasi pemerintahan di mata rakyat. Menurutnya, Kapolri justru sedang konsisten menjalankan garis kebijakan Presiden dan undang-undang yang berlaku.

Dampak dari narasi negatif ini, lanjut Aminullah, bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas negara jika terus dibiarkan tanpa pelurusan informasi.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal isu ini, Aminullah mengungkapkan bahwa Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Al-Washliyah tengah menyusun konstruksi hukum untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap memprovokasi opini publik.

“Perbedaan pandangan itu wajar, tapi jangan sampai membangun opini yang merusak sendi-sendi negara. Polri adalah institusi vital. Melemahkan Polri sama saja melemahkan negara,” pungkas Aminullah.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya