Berita

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 10 April 2025./Ist

Presisi

Bareskrim Polri Ungkap Pengiriman Paket Teror ke Kantor Tempo Gunakan Beberapa Ojol

JUMAT, 11 APRIL 2025 | 07:38 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri merilis kabar terbaru soal teror berupa paket kepala babi dan bangkai tikus kepada kantor berita Tempo.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidun) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan melalui ojek online.

Penyidik pun telah memeriksa ojek online yang dipesan untuk mengirimkan teror tersebut.


"Saat ini kita masih melaksanakan penyelidikan, dari penyelidikan yang kita dapatkan. Kita sudah mendapatkan siapa yang mengirim Gojek (paket berisikan bangkai hewan) dan Gojeknya sudah kita periksa," ujar ujar Djuhandani kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Kamis, 10 April 2025.

Adapun modus pengiriman paket teror itu dilakukan secara terputus, tidak dikirim oleh pengirim yang sama. Bisa diartikan tidak ada pengirim langsung ke ojek online.

"Ternyata ini semacam terputus. Karena gojek tersebut mendapat kiriman dari grab," jelas Djuhandi.

Di kesempatan yang sama, Djuhandani mengaku bahwa penyidikan kasus ini sempat terhambat oleh periode libur Lebaran 2025.

Kendati begitu, Bareskrim langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa pihak mulai dari Tempo hingga ojek online yang terseret.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya