Berita

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto/Net

Publika

Prabowo dan Ganjar, Duel atau Duet?

OLEH: ANDRE VINCENT WENAS
MINGGU, 13 AGUSTUS 2023 | 03:57 WIB

KEMARIN sore, after office-hour, PSI bertandang ke markas Projo alias Pro Jokowi. Ini organisasi relawan. Sedangkan PSI adalah partai politik. Jadi partai politik dan organisasi relawan. Adalah fakta politik bahwa keduanya sama signifikannya di kancah perpolitikan era Presiden Joko Widodo. Tak terbantahkan.

Delegasi PSI dipimpin Grace Natalie (Wakil Ketua Dewan Pembina), Andy Budiman (Waketum) dan Isyana Bagoes Oka (Plt Sekjen). Sedangkan dari Projo ada Budi Arie Setiadi (Ketua Umum yang juga Menkominfo) dan Panel Barus (Bendahara merangkap Bapilpres).

Setelah hiruk-pikuk pascasilaturahmi Prabowo Subianto ke basecamp PSI, partai ini mengalami banyak serangan hoax bertubi-tubi. Sayangnya justru serangan hoax itu dari sesama kalangan nasionalis.


Mungkin mereka ini yang disebut kaum yang lebih nasionalis dari kaum nasionalis yang eksis di negeri ini. Nasionalis pangkat dua atau pangkat tiga. Pokoknya yang paling benar dan paling sejati deh. Sehingga merasa boleh menghakimi kaum nasionalis lainnya. Dengan cara seenak perutnya sendiri tentu saja.

Diskusi dengan teman-teman Projo begitu cair dan santai. Sama seperti saat Prabowo Subianto dan tim Gerindra-nya bersilaturahmi ke basecamp PSI. Maklum ketiganya (PSI, Gerindra, dan Projo) sama-sama sadar bahwa pertemuan itu adalah silaturahmi biasa saja.

Tidak ada pembicaraan soal dukung mendukung capres bagi Projo dan PSI. Keduanya sama-sama tegak lurus Jokowi.

Kalau kita amati, saat ini yang sudah mencalonkan diri sebagai bacapres (dan mendapat dukungan parpolnya masing-masing) adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo (urutan sesuai kronologis pencalonannya).

Lalu apakah sudah pasti ketiga orang itu yang bakal ikut kontestasi? Belum tentu. Kan masih ada waktu sampai Oktober nanti. Siapa tahu nanti ada empat kandidat. Cawapresnya pun belum ada yang solid. Semua pihak masih melakukan “komunikasi politik”, atau bahkan masih melakukan “manuver politik”. Apapun bentuknya.

Suasana masih cair sekali. Tapi yang heboh justru para pendukungnya. Sampai-sampai peluru-peluru fitnah murahan dan kabar bohong dilancarkan untuk mendiskreditkan salah satu kandidat. Entah apa untung yang didapatkannya.

Paling terasa serangan hoax ke PSI pascasilaturahmi Prabowo. Ada-ada saja. Bahkan ada yang mengaku intelektual tapi tergelincir juga untuk ikut menyebarkan kabar bohong. Sayang sekali, dan kasihan sekali sebetulnya mereka, kok mau ya mendegradasi diri serendah itu.

Prabowo dan Ganjar adalah “all the president’s men”. Sama-sama “orangnya Jokowi”. Dan, sama-sama “Megawati’s men”. Ganjar jelas separtai, dan Prabowo pun pernah jadi cawapres pasangan Megawati dalam pilpres terdahulu. Jadi latar belakang dan referensi mereka pasti sudah dikaji secara mendalam, dan ternyata lulus.

Percumalah untuk menjelekkan latar belakang mereka berdua.

Maka cobalah mulai mengkaji apa saja yang mungkin dan bisa mereka berdua kerjakan. Apa saja program yang mereka janjikan dan tawarkan. Bagaimana paparan tentang gambaran masa depan bangsa. Hal itu tentu lebih produktif.

Sesama anak bangsa buat apa ribut. Prabowo dan Ganjar sudah lulus penyaringan oleh Jokowi (dan juga Megawati).

Lagi pula, mereka berdua belum tentu duel dalam pilpres nanti. Siapa tahu malah duet. Ya, duet bukan duel. Siapa yang tahu, dua bulan ke depan konstelasi politik terus bergerak.

Sampai sekarang semua masih spekulatif. Mari cari simpati dengan cara yang simpatik.

Ingat, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri.

Penulis adalah Direktur Eksekutif, Lembaga Kajian Strategis Perspektif (LKSP) Jakarta

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya