Berita

Kilang minyak Duna di Szazhalombatta, Hongaria/Net

Dunia

Ukraina Hentikan Pasokan Minyak Rusia ke Hongaria

RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 13:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ukraina telah menghentikan sementara pasokan minyak Rusia yang mengalir melalui pipa Druzhba (Persahabatan). Perusahaan minyak Hongaria MOL mengkonfirmasi kabar tersebut pada Selasa malam (15/11) waktu setempat.

Alasan resmi yang diberikan oleh pihak Ukraina adalah bahwa penghentian dilakukan karena adanya serangan udara Rusia yang menghantam stasiun trafo di dekat perbatasan dengan Belarusia, yang memasok listrik ke salah satu stasiun pompa yang diperlukan untuk operasi.

"Pengiriman minyak mentah ke Hongaria, Ceko, dan Slovakia telah "dihentikan sementara," kata MOL dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari RT, Rabu (16/11).


“Kami sedang memantau peristiwa dan, bersama dengan mitra Ukraina, kami sedang memeriksa kondisi untuk memulai kembali pipa Persahabatan,” tambah perusahaan minyak Hongaria itu.

Menurut MOL, ada cadangan minyak yang cukup untuk memastikan operasi kilang Szahahalombatta sampai pipa kembali beroperasi.

Juru bicara Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, Bertalan Havasi mengatakan bahwa perdana menteri telah mengadakan pertemuan darurat dewan keamanan nasional untuk membahas baik penutupan pipa dan klaim bahwa rudal Rusia yang nyasar telah menyerang sebuah desa di Polandia.

Meskipun UE melarang impor minyak Rusia melalui laut pada bulan Juni, Brussel memberikan pengecualian bagi Hongaria, Ceko, dan Slovakia untuk terus membeli minyak dari Moskow melalui pipa.

Dibangun pada tahun 1960-an, Druzhba membentang lebih dari 4.000 kilometer dari Tatarstan di Rusia ke Hongaria dan yang dulunya adalah Jerman Timur dan Cekoslowakia. Sekitar 1.490 km pipa melewati wilayah Ukraina. Pipa itu terbelah di Uzhgorod ke Druzhba-1, yang menuju Slovakia saat ini, dan Druzhba-2, yang menuju Hongaria.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya