Berita

Juru bicara pemerintah Polandia Piotr Muller berbicara kepada media setelah ledakan di dekat perbatasan dengan Ukraina/Net

Dunia

Polandia Panggil Duta Besar Rusia atas Dugaan Serangan Rudal yang Tewaskan Dua Warganya

RABU, 16 NOVEMBER 2022 | 08:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warsawa telah memaggil duta besar Rusia untuk Polandia untuk memberikan penjelasan segera dan terperinci menyusul tewasnya dua warga mereka yang diduga dihantam "rudal nyasar" milik Moskow.

Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Polandia Lukasz Jasina dalam sebuah pernyataan pada Selasa (15/11) waktu setempat.

“Sebuah rudal buatan Rusia jatuh, menewaskan dua warga Republik Polandia,” kata Jasina, seperti dikutip dari The National, Rabu (16/11).


Di hari yang sama, Juru Bicara Pemerintah Polandia Piotr Muller mengatakan bahwa Polandia telah menempatkan beberapa unit militer dalam keadaan siaga tinggi menyusul insiden tersebut.

“Telah ada keputusan untuk meningkatkan kesiapan beberapa unit tempur dan dinas berseragam lainnya,” kata Muller.

Dia tidak menyebutkan laporan rudal tetapi mengatakan telah terjadi ledakan di Polandia timur yang menewaskan dua warga Polandia.

"Layanan kami saat ini berada di lapangan untuk mencari tahu apa yang terjadi," kata Muller setelah pertemuan dewan keamanan darurat di Warsawa.

Radio ZET Polandia melaporkan sebelumnya bahwa dua rudal nyasar menghantam Przewodow pada Selasa, menewaskan dua orang, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ini adalah pertama kalinya rudal Rusia dilaporkan menghantam negara anggota NATO sejak Moskow menginvasi Ukraina pada Februari.

Sementara itu Pentagon mengatakan tidak dapat segera menguatkan laporan tersebut dan sedang menyelidiki lebih lanjut.

Dewan Keamanan Nasional AS juga mengatakan telah melihat laporan dari Polandia dan bekerja sama dengan pemerintah Polandia untuk mengumpulkan lebih banyak informasi.

“Kami tidak dapat mengkonfirmasi laporan atau detail apa pun saat ini. Kami akan menentukan apa yang terjadi dan apa langkah selanjutnya yang tepat," kata juru bicara Adrienne Watson.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pecahan rudal yang diperlihatkan oleh media Polandia “tidak ada hubungannya dengan senjata Rusia.”

"Tidak ada serangan rudal yang dilakukan terhadap sasaran di dekat perbatasan Polandia-Ukraina, dan setiap laporan yang mengatakan sebaliknya adalah provokasi yang disengaja untuk meningkatkan situasi," kata kementerian.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya