Berita

Patung Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pemasangan Patung Jokowi di Mandalika Menuai Penolakan dari Kalangan Ponpes

SABTU, 26 FEBRUARI 2022 | 16:26 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Patung Presiden Joko Widodo seberat 3 ton yang rencananya akan dipasang di Mandalika mendapat penolakan dari para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi dan Silaturahmi Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Tengah. Mereka menilai bahwa selama ini Lombok terkenal dengan religi yang tinggi.

Ketua FKSPP Lombok Tengah, TGH Hasan Basry menyatakan, alasan pihaknya menolak pemasangan patung Presiden RI, Joko Widodo, yang akan dipampang di depan sirkuit Mandalika itu lantaran Lombok terkenal dengan pulau seribu masjid, dan terkenal dengan seribu penghafal Al-Qur’an atau Huffaz.

“Kami atas nama FKSPP Lombok Tengah, menolak pembangunan patung bapak Presiden kita di KEK Mandalika. Lombok terkenal dengan seribu pondok pesantren, terkenal dengan seribu tuan guru. Dan terkenal juga dengan masyarakat yang agamis,” kata dia dalam kepada wartawan, Sabtu (26/2).


Selain itu, menurutnya, dibuatnya patung seseorang lantaran telah memiliki jasa, seperti para pahlawan yang sudah meninggal. Sementara Presiden Joko Widodo sampai saat ini masih hidup, dan baginya tidak pas orang yang masih hidup dibuatkan patungnya.

“Orang masih hidup dibuatkan patung. Dalam hukum Islam, membuat patung itu juga ada yang berpendapat itu haram. Karena nanti orang yang membuat patung akan diminta oleh Allah untuk membuatkan nyawa atau rohnya, dan manusia jelas tidak akan mampu membuatkan itu,” terangnya.

Lebih jauh disampaikan bahwa persoalan jasa Presiden di NTB, khususnya di Lombok Tengah, semua orang telah mengakuinya. Namun bukan berarti harus menghalalkan semua cara, termasuk membuat patungnya, tanpa minta pendapat dari masyarakat atau tokoh-tokoh NTB, agar tidak menjadi persoalan ditengah masyarakat.

“Joko Widodo adalah Presiden kami. Tapi mohon hormati kami. Jika ingin membuat patung untuk di pasang agar mohon libatkan kami. Minta pendapat kami, dan jangan jadikan adanya patung ini memecahkan kami di Lombok,” tegasnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Lombok Tengah, TGH Habib Ziadi. Pihaknya menolak, karena dianggap sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.

“Ini merupakan suatu yang bertentangan dengan syari’at Islam. Makanya secara pribadi saya menolak. Bukan karena itu patung Presiden, tapi memang bertentangan dengan agama,” terangnya.

Sementara itu, pihak ITDC belum memberikan respon saat dikonfirmasi terkait dengan rencana pemasangan patung Presiden RI tersebut. Persiapan pemasangan patung ini hingga kini masih terus dilakukan. Bahkan saat ini pengerjaan konstruksi yang menjadi lokasi pemasangan patung masih terus dikerjakan di dekat pintu masuk sirkuit.

Hingga saat ini, para pekerja terus bekerja untuk menyelesaikan pembangunan konstruksi tempat patung tersebut akan dipasang. Sejumlah alat berat terlihat dikerahkan untuk menyelesaikan pemasangan patung orang nomor satu di Indonesia tersebut, hingga mesin untuk las besi juga tetap disiagakan di lokasi.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya