Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dinilai Ampuh, Pengobatan Antibodi China Diharapkan Jadi Game Changer

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 11:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China melaporkan adanya pengobatan antibodi Covid-19 eksperimental bernama DXP-604 yang dinilai menjanjikan.

South China Morning Post pada Jumat (19/11) melaporkan, penggunaan DXP-604 telah mendapatkan izin baru-baru ini oleh otoritas China, dan telah digunakan untuk 14 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Ditan, Beijing.

Pengobatan diberikan melalui infus intravena, didasarkan pada antibodi yang diidentifikasi oleh Direktur Pusat Inovasi Lanjutan Beijing untuk Genomics di Universitas Pekang, Sunney Xie Xiaoliang.


Menurut Science and Technology Daily, penggunaan DXP-604 secara signifikan mengurangi viral load pasien dan meredakan gejala seperti sesak napas dan kehilangan indra penciuman dan rasa.

Awal bulan ini, Xie mengatakan timnya telah mengidentifikasi antibodi spektrum penuh yang dapat menangani semua varian Covid-19 dalam tes laboratorium. Antibodi diisolasi dari plasma lebih dari 60 pasien yang pulih.

Sementara perawatan lain berusaha menggabungkan dua antibodi untuk mencegah lolosnya varian, DXP-604 dapat mengatasi mutasi dengan antibodi tunggal, dan itu akan membantu memangkas biaya produksi hingga sepertiga.

Xie mengatakan timnya juga bekerja untuk mengurangi dosis hingga setengahnya, menurut laporan itu. Ini juga akan membantu menurunkan biaya.

Xie merupakan salah satu pemenang Penghargaan Pusat Medis Albany 2015 dalam bidang Kedokteran dan Penelitian Biomedis, dikenal karena penelitiannya tentang genomik sel tunggal.

Dia adalah salah satu pendiri Singlomics Biopharmaceuticals, yang menandatangani kesepakatan tahun lalu dengan BeiGene yang terdaftar di Hong Kong untuk memproduksi dan mengkomersialkan dua antibodi yang diidentifikasi oleh tim Xie untuk pasar luar negeri.

Antibodi lainnya, bernama DXP-593, ternyata kurang efektif melawan varian virus corona.

Sementara ukuran uji coba untuk terapi tetap kecil dan belum ada data klinis yang dirilis, laporan Science and Technology Daily mengatakan Singlomics telah menandatangani letter of intent dengan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) untuk melakukan uji coba fase dua dan fase tiga di luar negeri.

Perawatan eksperimental adalah salah satu dari serangkaian proyek yang sedang dikerjakan China untuk menemukan obat untuk Covid-19, karena ingin memastikan tingkat kematian yang rendah sebelum dapat mempertimbangkan untuk membuka kembali perbatasannya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya