Berita

Kuliah umum yang digelar Pemerintah Kota Magelang dan Universitas Tidar Magelang bertema "Hubungan Indonesia-Rusia: Menyongsong Kerjasama Kota Kembar Magelang-Tula" secara daring pada Selasa, 16 November 2021/Ist

Dunia

Majukan Kota Kembar "Mantul", Dubes Jose Tavares Soroti Pentingnya Tingkatkan Pemahaman Mengenai Rusia

JUMAT, 19 NOVEMBER 2021 | 09:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemahaman masyarakat Indonesia mengenai Rusia perlu ditingkatkan agar bisa menggali lebih banyak potensi kerjasama, termasuk dalam memajukan Kota Kembar Magelang-Tula (Mantul).

Demikian yang dikatakan oleh Dutabesar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares dalam kuliah umum yang digelar Pemerintah Kota Magelang dan Universitas Tidar Magelang bertema "Hubungan Indonesia-Rusia: Menyongsong Kerjasama Kota Kembar Magelang-Tula" secara daring pada Selasa (16/11).

"Terdapat banyak potensi kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan dan teknologi yang sangat tinggi untuk digarap. Masih jarang sekali dijumpai barang Indonesia di pasar maupun supermarket Rusia," ujar Dubes Tavares saat membuka kuliah umum, seperti dalam keterangan yang diterima redaksi.


Dalam kesempatan tersebut, Dubes Tavares juga menyampaikan hal-hal berkaitan dengan pilar kerjasama yang akan dikembangkan melalui rencana Kota Kembar 'Mantul', yaitu pendidikan, perdagangan dan UMKM, pemuda dan kebudayaan, pariwisata, serta kota pintar.

Selain itu, Dubes Tavares juga menjelaskan tentang situasi Rusia terkini, hubungan bilateral Indonesia-Rusia, prospek perdagangan Indonesia-Rusia dan prospek kerjasama Magelang-Tula serta Universitas Tidar-Universitas Tula.

Lebih lanjut, Dubes Tavares menjelaskan bahwa semenjak bubarnya Uni Soviet tahun 1991, Rusia bukan lagi negara komunis. Di bidang ekonomi, Rusia menduduki peringkat 11 ekonomi dunia dengan GDP 1,7 triliun dolar AS atau perkapita 11.240 dolar AS. Rusia juga merupakan kekuatan militer global.

"Dalam perdagangan, KBRI Moskow meneliti terdapat 21 jenis produk potensial yang dapat dijual di Rusia mulai dari pakaian, alas kaki, peralatan rumah tangga, sampai dengan barang-barang elektronik. Dari segi komoditi, kelapa sawit, teh, kopi, karet, coklat, buah tropis, produk perikanan, dan farmasi adalah jalan masuk bagi produk Indonesia ke pasar Rusia," tambahnya.

Selain itu, wisatawan Rusia juga tidak sedikit yang berkunjung ke Indonesia. Pada tahun 2019, kunjungan wisman Rusia ke Indonesia mencapai 158.943 orang dengan rata-rata menghabiskan 2.000 dolar AS dengan jangka waktu kunjungan selama dua minggu di tujuan wisata.

"Oleh karena itu, penting untuk memiliki kerja sama dengan pemerintah setempat di Rusia, untuk dapat masuk ke Rusia dan bertemu kolega bisnis potensial Rusia yang dapat diajak kerja sama," tekannya.

Kuliah umum sendiri dibuka dengan sambutan Walikota Magelang Muchamad Nur Aziz dan Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Mukh Arifin.

Walikota Magelang dalam sambutannya mengapresiasi rencana pembentukan Kota Kembar Magelang – Tula (Mantul) yang digagas Dubes Tavares dan berharap KBRI Moskow dapat terus memfasilitasi terwujudnya kerjasama kedua kota tersebut.

Senada dengan visi Walikota, Rektor Universitas Tidar menyampaikan harapan agar kerja sama internasional akan membuat Universitas Tidar menjadi universitas unggul dalam bidang kewirausahaan berbasis sumberdaya  dan kearifan lokal.

Para peserta Kuliah Umum adalah mahasiswa dan civitas akademika Universitas Tidar, ASN pada kantor Pemerintah Kota Magelang dan perwakilan berbagai unsur masyarakat kota Magelang. Seluruh peserta yang hadir sangat antusias dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.

Kuliah Umum dihadiri 1,350 orang peserta yang mengikuti melalui platfom online konferensi video Zoom dan 500 orang peserta melalui siaran langsung pada kanal Youtube Universitas Tidar.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya