Berita

Begitu banyaknya kasus Covid-19 yang bermunculan, sampai-sampai tingkat hunian untuk tempat tidur isolasi Covid-19 di rumah sakit di seluruh Singapura telah meningkat menjadi 85 persen pada bulan Oktober ini/Net

Dunia

Kasus Covid-19 Membludak, 85 Persen Kapasitas Tempat Tidur di RS Singapura Telah Terisi

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 22:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Singapura masih berjuang menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan.

Begitu banyaknya kasus Covid-19 yang bermunculan, sampai-sampai tingkat hunian untuk tempat tidur isolasi Covid-19 di rumah sakit di seluruh Singapura telah meningkat menjadi 85 persen pada bulan Oktober ini, meskipun ada upaya untuk menyisihkan lebih banyak tempat tidur.

Kementerian Kesehatan Singapura dalam sebuah perbaruan informasi pada Jumat. malam (8/10) menjelaskan bahwa jumlah ini naik drastis dari tingkat hunian 62 persen pada bulan Juli lalu.


Pernyataan yang sama menjelaskan bahwa peningkatan kasus komunitas tetap berada di sekitar angka 3.000 dalam beberapa hari terakhir. Hal itu tidak bisa dipungkiri menjadi tantangan ttersendiri bagi sistem perawatan kesehatan Singapura.

"Kendala sumber daya utama yang sekarang kita hadapi adalah tenaga kesehatan kita," begitu kutipan dari keteranga Kementerian Kesehatan Singapura, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Demi memaksimalkan layanan di rumah sakit, lembaga kesehatan publik dan penyedia layanan kesehatan swasta telah memindahkan staf dan merekrut tenaga kerja tambahan jangka pendek untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur.

"Kami juga mendatangkan lebih banyak tenaga kerja dengan menjangkau individu yang terdaftar di Singapore Healthcare Corps, termasuk profesional kesehatan dan orang awam," sambung pernyataan itu.

"Kami juga telah mendekati perawat yang terdaftar di Singapore Nursing Board tetapi saat ini tidak aktif dalam praktik," tambah pernyataan yang sama.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya