Berita

Suhail Shaheen memastikan bahwa Abdul Ghani Baradar Akhund tidak terluka atau meninggal dunia di tengah bentrokan/Net

Dunia

Kabar Abdul Ghani Baradar Terluka atau Meninggal Dalam Bentrokan Dipastikan Hoax

SENIN, 13 SEPTEMBER 2021 | 21:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Afghanistan masih belum sepi dari sorotan, meski sudah hampir satu bulan berlalu sejak kelompok militan Taliban mengambilalih kekuasaan di Afghanistan.

Baru-baru ini muncul desas-desus yang berkembang dan menyebut bahwa Wakil Perdana Menteri Afghanistan bentukan Taliban, Abdul Ghani Baradar Akhund terluka atau meninggal dunia di tengah bentrokan.

Namun kabar tersebut segera dibantah oleh jurubicara Taliban, Suhail Shaheen melalui akun Twitternya pada Senin sore waktu Afghanistan (13/9).


"Mullah Baradar Akhund, Wakil Perdana Menteri Emirat Islam Afghanistan dalam pesan suara membantah semua klaim yang menyebut bahwa dia terluka atau terbunuh dalam sebuah bentrokan. Dia mengatakan bahwa kabar itu sepenuhnya tidak berdasar," tulis Shaheen.

Baradar merupakan salah satu orang terpenting di tubuh Taliban. Dia pernah ditangkap di Pakistan pada 2010 namun kemudian bebas pada tahun 2018. Sejak saat itu dia dipindahkan ke Qatar dan kemudian ditunjuk sebagai kepala kantor politik Taliban di Doha.

Baradar menjadi sosok yang mengawasi penandatanganan perjanjian Taliban dan Amerika Serikatdi bawah pemerintahan Donald Trump, yang mengarah pada berakhirnya kampanye militer Washington selama 20 tahun di Afghanistan.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya