Berita

Peristiwa Februari 2020 lalu, ketika serangan bom bunuh diri di dekat pangkalan Akademi Militer Marshal Fahim di Kabul, personel keamanan Afghanistan berjaga-jaga/Net

Dunia

Kelompok Negara Islam Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Bom Di Penjara Afghanistan

SENIN, 03 AGUSTUS 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok Negara Islam mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri serta serangan beberapa pria bersenjata di sebuah penjara di Afghanistan timur pada Minggu (2/8).

Juru Bicara Gubernur Provinsi Nangarhar, Attaullah Khogyani, mengatakan bahwa baku tembak selama berjam-jam antara pasukan keamanan Afghanistan dan gerilyawan di Jalalabad berlangsung hingga Minggu malam waktu setempat.

Jubir Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Tariq Arian mengatakan setidaknya tiga orang tewas dalam insiden itu sementara Zahir Adil, juru bicara Kementerian Kesehatan provinsi, memberikan angka 24 terluka. Namun diperkirakan jumlah korban akan terus meningkat, seperti dikutip dari AFP, Senin (2/8).


Kelompok Negara Islam di Afghanistan atau yang lebih dikenal sebagai IS di provinsi Khorasan, menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu. Afiliasi IS mempunyai markas pusat di provinsi Nangarhar.

Serangan hari Minggu terjadi sehari setelah agen intelijen Afghanistan mengatakan seorang komandan senior IS terbunuh oleh pasukan khusus Afghanistan dekat Jalalabad.

Di lain pihak juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen mengatakan kepada The Associated Press, bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan apapun yang terjadi baru-baru ini.

"Kami sedang melakukan gencatan senjata dan tidak terlibat dalam serangan-serangan ini di mana pun di negara ini," ungkapnya.

Taliban mengumumkan gencatan senjata tiga hari mulai Jumat selama perayaan Idul Adha.

Taliban juga membantah terlibat dalam pemboman bunuh diri di provinsi Logar timur Kamis malam, yang menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai sedikitnya 40, kata pihak berwenang.

Afghanistan telah menyaksikan lonjakan kekerasan baru-baru ini, dengan sebagian besar serangan diklaim oleh afiliasi IS setempat.

Sebuah laporan PBB bulan lalu memperkirakan ada sekitar 2.200 anggota IS di Afghanistan, dan bahwa meskipun kelompok itu dalam "retret teritorial" dan kepemimpinannya telah habis, mereka tetap mampu melakukan serangan profil tinggi di berbagai bagian negara, termasuk Kabul.

Upaya untuk mengadakan pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara Taliban dan pemerintah Kabul terhenti setelah Taliban dan AS menandatangani kesepakatan pada Februari, yang dipandang sebagai cetak biru untuk mengakhiri perang Afghanistan selama beberapa dekade.

Kesepakatan itu dibuat untuk memungkinkan AS mengakhiri keterlibatan mereka selama 19 tahun di Afghanistan, dan menyerukan Taliban untuk menjamin wilayahnya tidak akan digunakan oleh kelompok-kelompok teroris. Kesepakatan itu juga diharapkan untuk menjamin partisipasi habis-habisan Taliban dalam perang melawan IS.

Namun, sebuah laporan PBB pekan lalu mengatakan Afghanistan melihat penurunan 13 persen dalam jumlah warga sipil yang tewas dan terluka dalam kekerasan di seluruh negara dalam enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya