Berita

Raja Maroko Mohammed VI/Net

Dunia

Peringatan Kenaikan Tahta Raja Maroko ke-21, Dubes Benabdellah: Promosikan Islam Moderat Indonesia

KAMIS, 30 JULI 2020 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerajaan Maroko merayakan Peringatan ke-21 Hari Penobatan Sri Baginda Mohammed VI, Raja Maroko. Duta besar Maroko untuk Indonesia, H.E. Ouadia Benabdellah, mewakili Raja Maroko, menyampaikan rasa suka cita akan kedekatan hubungan Maroko dan Indonesia dalam pidato yang disiarkan di laman media sosial.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan ucapan selamat atas peringatan ke-21Penobatan Raja Mohammed VI. Benabdellah mengutarakan undangan Jokowi kepada Raja Maroko untuk mengunjungi Indonesia jika keadaan memungkinkan.

Raja Maroko Mohammed VI adalah salah satu pemimpin pertama yang memberi ucapan selamat kepada Presiden Jokowi atas pemilihannya kembali dan pembentukan kabinet barunya.


Undangan Jokowi tentu saja disambut dengan gembira. Namun, kondisi pandemik membuat berbagai acara kunjungan harus dibatalkan.

"Dengan ini, Maroko kembali meneguhkan tekad dan semangat untuk terus bekerja sama dengan Indonesia demi kepentingan bersama," ujar Benabdellah.

Maroko dan Indonesia telah menandatangani kesepakatan dan MoU di sektor
ekonomi, industri, dan perikanan serta di bidang kerjasama keamanan dalam berbagi intelijen. Kunjungan resmi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga sudah diagendakan pada Mei 2020 lalu, namun harus ditunda karena adanya pandemik Covid-19.

"Meskipun banyak pertemuan dan acara perdagangan dan ekonomi ditunda
atau dibatalkan karena pandemi, Maroko dan Indonesia telah membuat kemajuan dan bahkan terobosan dalam empat bidang kerja sama utama," ujar Benabdellah

Di bidang kehakiman, Maroko dan Indonesia telah menandatanani Nota Kesepahaman tentang Pertukaran Yudisial dan Kerjasama antara Dewan Agung
Kehakiman Kerajaan Maroko dengan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Untuk kerja sama multilateral, Maroko dan Indonesia telah sepakat mendukung hak-hak warga Palestina. Kedua negara juga aktif dalam forum internasonal karena  Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Maroko Bourita merupakan anggota Kelompok Koordinasi Internasional Covid-19 sehingga kedua negara berkoordinasi dan berkolaborasi secara erat.

Kemajuan penting juga telah dibuat dalam menyelesaikan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) tentang produk tertentu, dengan mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak.

Kemudian, kesepakatan mengenai standarisasi dan normalisasi sedang dalam tahap akhir dan akan segera diselesaikan.

Terkait Pandemik Covid-19, Benabdellah mengungkapkan bagaimana ia dan juga masyarakat Maroko mencoba beradaptasi dalam 'Kebiasaan baru'. Termasuk ketika harus Peringatan ke-21 Hari Penobatan Sri Baginda Mohammed VI, Raja Maroko, dalam kondisi yang terbatas.

"Pidato saya pada kesempatan kali ini mengenai cara saya untuk beradaptasi dalam kehidupan ‘kewajaran baru’ sekaligus memperingati acara ini dengan semangat persaudaraan dan hubungan baik antara Republik Indonesia dengan Kerajaan Maroko yang dikonsolidasikan selama bertahun-tahun; di bawah kepemimpinan Sri Baginda Mohammed VI dan Yang Mulia Presiden Joko Widodo," ujar Benabdellah.

"Yang Mulia, Bapak dan Ibu sekalian. Masing-masing negara memang mengalami kendala dalam menangani krisis kesehatan internasional luar biasa ini. Namun, Maroko, di bawah kepemimpinan Sri Baginda  Mohammed VI, berhasil beradaptasi dan belajar banyak dari krisis ini. Di masa sulit seperti ini, bimbingan dan keputusan bijak sangat dibutuhkan, Puji syukur kepada Tuhan saya panjatkan karena berkat wawasan dan kepemimpinan Sri Baginda, hidup ribuan warga Maroko terselamatkan sembari menjaga perekonomian negara tetap
berjalan dengan baik, terlepas dari penutupan perbatasan Maroko sejak tanggal 14 Maret," ungkap Benabdellah.

Sampai hari ini, tercatat sekitar dua puluh ribu kasus positif Covid-19 di Maroko dengan  hampir tiga ratus kematian atau sekitar 1,6 persen dari total keseluruhan kasus. Jumlah ini  merupakan salah satu rasio fatalitas kasus Covid-19 terendah di dunia.

"Secara ekonomi dan sosial, tidak ada pemutusan hubungan kerja besar-besaran bagi para pekerja. Keputusan cepat Sri Baginda untuk membuat Rekening Solidaritas Sukarela Corona memampukan pengadaan kompensasi setiap bulannya bagi jutaan warga Maroko yang tidak dapat bekerja karena karantina nasional yang diberlakukan sejak Maret hingga Juni 2020," ujar Benabdellah.

Maroko melakukan pengiriman peralatan medis sebagai hibah dan sumbangan, ke lima belas negara Afrika untuk membantu mengatasi pandemik.

Pujian datang dari banyak organisasi internasional, termasuk beberapa badan-badan PBB, LSM, atas aksi kemanusiaan ini yang benar-benar mencerminkan rasa solidaritas Maroko terhadap kebutuhan negara-negara Afrika, yang mana Maroko benar-benar memaknai ungkapan "Seorang teman yang hadir di kala dibutuhkan adalah teman sejati".

Benabdellah mengakhiri pidatonya dengan mengatakan, bahwa pemimpin kedua negara, Sri Baginda Mohammed VI dan Presiden Joko Widodo, bertekad untuk bekerja sama menuju konsolidasi hubungan bilateral, khususnya yang berkaitan dengan perdagangan dan investasi, demi meningkatkan hubungan diplomatik dan politik antara kedua negara.

"Ini adalah ambisi kemajuan dan kemakmuran bagi kedua negara persaudaraan, dan untuk mempromosikan Islam yang moderat, perdamaian, dan toleransi di dunia," ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya