Berita

Bentrok Warga Armenia Azerbaijan/Net

Dunia

Protes Warga Armenia Dan Azerbaijan: Anda Tahu Rasanya Dianggap Salah Ketika Anda Benar?

SELASA, 28 JULI 2020 | 14:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketika bentrokan berdarah di perbatasan Tavush telah mereda dan sedang dibicarakan solusi damainya, di belahan negara lain para migran Armenia dan Azerbaijan ditambah dengan anggota diaspora malah terlibat bentrokan.

Perkelahian terjadi di luar kedutaan besar di London, Brussels, Moskow, dan Los Angeles. Semua bermula dari aksi demonstrasi yang mendukung salah satu pihak.
Lingkup dan skala pertarungan seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dan telah menjadi berita utama baik di pers Armenia maupun Azerbaijan. Narasi yang berkembang kemudian adalah, siapakah yang memulainya?

Kementerian Luar Negeri Armenia menyalahkan pemerintah di Ibukota Baku karena memicu bentrokan.

Kementerian Luar Negeri Armenia menyalahkan pemerintah di Ibukota Baku karena memicu bentrokan.

"Geografi yang meluas dari tindakan-tindakan ini dan fakta-fakta tentang keterlibatan para pejabat Azerbaijan dalam aksi-aksi melawan misi-misi diplomatik Armenia, membuktikan bahwa tindakan-tindakan yang disebutkan di atas dikoordinasikan oleh struktur-struktur resmi Azerbaijan," kata Kemenlu dalam sebuah pernyataan.

Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri Sharvash Kocharyan dalam tweetnya menulis: “Bahwa sifat konflik adalah peradaban vs anti-peradaban.”

Bentrokan berdarah 12 Juli lalu itu berlangsung beberapa hari, namun dampak yang ditimbulkannya begitu panjang. Serentetan ketegangan dan emosi terus meningkat dari warga Armenia dan Azerbaijan yang tinggal di negara lain.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov telah menemui para pemimpin organisasi diaspora Armenia dan Azerbaijan yang ada di Rusia pada 23 Juli lalu. Pertemuan membahas peran komunitas Armenia dan Azerbaijan dalam pelestarian perdamaian dan harmoni antar etnis.

Bentrokan fisik sudah dimulai di Moskow antar migran Armenia dan Azerbaijan serta bagian lain di Rusia. Media Rusia dan pengguna media sosial telah melaporkan beragam peristiwa yang mereka lihat, termasuk gerombolan pria bersenjata yang menyerang restoran Armenia dan Azerbaijan .

Selama dua hari berikutnya ada beberapa insiden di Belgia, termasuk sekelompok lelaki Armenia yang memukuli seorang pemuda Azerbaijan, dan video itu memancing kemarahan di Azerbaijan.

Perkelahian besar juga terjadi di Los Angeles, setelah sekelompok orang Armenia-Amerika mengadakan demonstrasi besar-besaran di konsulat Azerbaijan di sana. Ada sejumlah kecil penentang Azerbaijan yang diserang; tiga warga Azerbaijan melaporkan serangan ke polisi, yang sedang diselidiki sebagai kejahatan rasial, seperti yang dilaporkan media Los Angeles, dikutip dari TRT, Selasa (28/7).

Setelah serangan Los Angeles, duta besar AS untuk Baku, Earle Litzenberger, dipanggil kementerian luar negeri Azerbaijan. Sebuah pernyataan oleh kementerian mengutip Litzenberger yang mengatakan bahwa ada "bukti yang tak terbantahkan bahwa itu dilakukan langsung oleh demonstran Armenia. Dan serangan warga Armenia terhadap warga Azerbaijan yang berkumpul di sana untuk protes damai tidak dibenarkan."

Kedutaan besar AS baik di Yerevan maupun di Baku mengeluarkan pernyataan tentang bentrokan warga Armenia dan Azerbaijan pada  25 Juli tetapi tidak menyalahkan satu pihak, melainkan mengutuk tindakan kekerasan dan tidak konsisten dengan prinsip universal untuk berkumpul dan protes damai."

Ketika kekerasan merebak, sekelompok orang Armenia dan Azerbaijan telah  mengorganisir sebuah pernyataan bersama yang mengutuk kekerasan dengan mengeluarkan tagar #WordsNotSwords.

Di Armenia dan Azerbaijan, liputan berita dan diskusi media sosial tentang peristiwa-peristiwa tersebut sangat condong pada viktimisasi masing-masing pihak.
Anna Hakobyan, editor surat kabar dan istri Perdana Menteri Nikol Pashinyan yang telah menciptakan kampanye "Perempuan untuk Perdamaian", menulis bahwa pihak Azerbaijan yang harus disalahkan atas bentrokan di seluruh dunia.

“Tindakan-tindakan itu menemukan respons mereka; tentu saja, rekan-rekan kami harus membela diri,” tulisnya dalam posting Facebook.

Sementara, sebagian warga Armenia menyatakan kekecewan sekaligus kekhawatirannya atas keterlibatan pihak mereka.

Kepala LSM Hak Asasi Manusia, Armen Gharibyan, menulis:
"Orang Armenia di seluruh dunia, tolong jangan membahayakan kehidupan dan kesehatan rekan-rekan kami yang tinggal di luar Armenia," tulisnya dalam sebuah pernyataan. “Berhenti memukuli orang-orang Azerbaijan di jalan-jalan dan membuat film serta mempostingnya. Anda tidak memecahkan masalah untuk Armenia dan Armenia seperti ini, Anda hanya meningkatkan permusuhan."

Sebaliknya, di Azerbaijan, beberapa orang malah menyerukan pembalasan terhadap serangan oleh orang-orang Armenia, termasuk Kamil Zeynalli, seorang atlet terkemuka. Ia menulis seruan dalam sebuah posting Facebook menyebutkan Los Angeles dan Brussels, dua insiden di mana orang-orang Azerbaijan jelas-jelas adalah korban dari kerumunan orang Armenia yang lebih besar: “Saya mohon - saudara-saudara kita, olahragawan Azerbaijan, membalas pemukulan mereka."

Namun, yang lain menyerukan pengekangan agar Azerbaijan dapat mempertahankan moral tinggi. "Apakah Anda tahu bagaimana rasanya dianggap salah ketika Anda benar?"

Khadija Ismayilova, jurnalis independen menulis di akun Facebook-nya. “Kami semua terkejut dengan perilaku fasis Armenia di Los Angeles dan Brussels. Jika kami mengulangi apa yang mereka lakukan, kami akan menyaksikan sekali lagi bagaimana rasanya dirasakan salah saat Anda benar. Kami bukan orang biadab. Apa yang dilakukan pada kami adalah kebiadaban."

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya