Berita

Prabowo Subianto dan Surya Paloh/Net

Politik

Andi Arief Khawatir Surya Paloh Dan Prabowo Hidupkan Kembali Demokrasi Terpimpin

SENIN, 14 OKTOBER 2019 | 15:11 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Politikus Partai Demokrat Andi Arief khawatir dengan kesepakatan yang terjadi antara Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum Nasdem Surya Paloh soal amandemen UUD 1945.

Dalam kesepakatan itu, mereka berdua menilai amandemen UUD 1945 mesti dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar menghidupkan kembali garis-garis besar haluan negara (GBHN).

Menyikapi hal itu, Andi menilai, ada kemungkinan kesepakatan itu diwujudkan, demokrasi terpimpin bisa kembali hidup di Indonesia.


"Semoga kekhawatiran saya soal cita-cita Prabowo menghidupkan demokrasi terpimpin tidak terjadi," tulis Andi dalam akun Twitternya, Senin (14/10).

"Saya betul-betul khawatir, apalagi beliau sering pragmatis seperti Surya Paloh," imbuhnya.

Meski demikian, Andi masih menaruh harapan pada Presiden Joko Widodo agar dapat menghalau demokrasi terpimpin tersebut. Menurutnya, bila demokrasi terpimpin dihidupkan kembali, itu adalah bentuk kemunduran demokrasi.

"Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menyelamatkan jalan demokrasi yang benar menghadapi rencana  demokrasi terpimpin ala Pak Prabowo, Surya Paloh dan beberapa kekuatan politik lainnya. Mereka menikmati demokrasi untuk memundurkannya," demikian Andi.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya