Berita

Wakil Direktur Medical Education Research Institute (IMERI) FK-UI, Prof. Budi Wiweko/Net

Nusantara

Gurubesar UI: TTO Solusi Agar Hasil Riset Tidak Masuk Kotak

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 | 09:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Indonesia membutuhkan Technology Transfer Office (TTO) agar riset di tanah air maju pesat dan tidak hanya masuk kotak.

Salah satu peran utama TTO adalah membawa penelitian ke ranah komersial atau terapan untuk menyongsong Indonesia emas di 2045. TTO harus ditujukan pada kesejahteraan rakyat, dan salah satu pilar negara berdikari atau berdiri diatas kaki sendiri.

"Saat ini kesenjangan atau gap yang terjadi umumnya di fase antara penelitian transisional dengan terapan yang membutuhkan dukungan kuat dari pihak industri," kata Wakil Direktur Medical Education Research Institute (IMERI) FK-UI, Prof. Budi Wiweko di Jakarta, Kamis (19/9).


Hampir semua universitas terkemuka di dunia, menurut Iko demikian biasa disapa, menaruh perhatian besar pada bidang TTO ini. Apalagi, banyak penemuan yang lahir dari universitas mampu memberikan efek perubahan signifikan.

Dia mencontohkan, di Amerika Serikat terdapat Association University Technology Managers (AUTM), sebuah organisasi yang tugasnya mengkoordinasi semua TTO universitas di Amerika. Perjalanan panjang AUTM sejak tahun 1996 sampai tahun 2015 berhasil mendorong 380.000 invensi dengan 80.000 diantaranya mendapatkan paten.  

Gambaran ini, kata Iko, menunjukkan hanya sekitar 20 persen invensi yang berujung mendapatkan paten dan potensial menjadi produk. Karenanya, gagasan untuk melakukan penelitian harus terus diasah, dilatih, didorong serta difasilitasi oleh pemerintah, akademisi dan pihak industri.

Selain itu, lanjut dia, komunikasi intensif, kondusif dan interaktif akan membuka peluang akselerasi prototipe riset ke ranah komersialisasi.

"Hal ini sangat diperlukan agar riset Indonesia tak lagi hanya masuk kotak," tandas Iko.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia ini mengatakan, TTO berperan sebagai corong komunikasi, endorser, perencana business plan, dan negosiator.

"Seorang technology transfer officer memiliki kemampuan ulung untuk mengendus, serta mendeteksi potensi komersialisasi dari sebuah aktifitas riset," tambah Iko.

Karenanya, sambung Ketua Komisi II Senat Akademik Universitas Indonesia ini, TTO harus memiliki kemampuan membaca dan menterjemahkan kebutuhan pasar sesuai terminologi Demand Readiness Level (DRL).

Konsep ini diharapkan dapat menarik dengan cepat aktifitas dan produk riset untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pasar. Selain itu, TTO juga harus bekerja dengan cepat, jeli dan tidak bosan-bosannya melihat potensi kebaruan yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga akan mengakselerasi pusat riset untuk segera mewujudkannya melalui sebuah produk.

Berkaca dari hal tersebut di atas, lanjut Iko, pengembangan pusat riset harus menjadi target utama Indonesia untuk menghasilkan penelitian yang memberi manfaat banyak bagi masyarakat dan kemajuan negara.

"Tantangan lain yang menjadi prioritas kita adalah menyatukan frekuensi dan bahasa komunikasi antara peneliti dan industri, mengutip Bung Karno 'satu manifesto, satu pernyataan, satu konsepsi, satu ideologi. Trilogi yang termasyhur: semangat nasional, kemauan nasional, perbuatan nasional," kata gurubesar termuda Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

"Technology push, market pull," tambahnya sambil menegaskan bahwa itulah sesungguhnya peran universitas dalam menciptakan perubahan yang berakhir pada kemajuan suatu negara.

Demi mewujudkan ini, Iko melihat gagasan mulia para peneliti dan pihak industri harus bersanding serasi menuju pelaminan produksi massal yang diidam-idamkan oleh semua anak bangsa.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya