Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Jaya Suprana

Jokowi Jumpa Prabowo

SENIN, 22 APRIL 2019 | 06:40 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

LUBUK sanubari saya berbunga bunga ketika menerima kiriman berita dilengkapi petunjuk https://youtu.be/5HcpUpAp4CE disertai komentar “Alhamdulillah akhirnya kedua Pemimpin bertemu sehingga menyejukkan suasana . Semoga Indonesia Maju. Aamiin”.

BERITA

Berita yang mendadak beredar pasca Pilpres 2019 sambil menunggu hasil real count KPU itu menampilkan sebuah rekaman video studio TV NET17 memberitakan bahwa presiden Jokowi telah berkunjung ke kediaman Prabowo untuk menjalin silaturrahim. Secara jelas pula ditampilkan adegan Prabowo memuji Jokowi sebagai seorang patriot maka Prabowo siap  mengawal kepresidenan Jokowi.


Presiden Jokowi balik memuji Prabowo dan menegaskan bahwa pada manajemen kepemerintahan yang baik memang harus ada pihak yang selalu mengawasi dan mengkritik pemerintah agar tidak melangkah ke arah yang keliru. Lalu kedua putra terbaik bangsa Indonesia saling berjabat tangan serta Jokowi meninggalkan tempat pertemuan yang berlangsung singkat tidak sampai 30 menit.
KUNO

Saya merasa heran kenapa belum ada kantor berita lain memberitakan pertemuan tingkat tertinggi yang ditunggu-tunggu seluruh rakyat Indonesia tersebut. Setelah secara lebih cermat meneliti pemberitaan NET17 di itu akhirnya terketahui bahwa berita berjudul “Prabowo Ucapkan Selamat Pada Jokowi” tersebut  diposting di youtube pada tanggal 17 Oktober 2014.

Meskipun berita itu ternyata sudah kuno namun lubuk sanubari saya berbunga bunga sebab pengedaran kembali berita kuno tersebut pada hakikatnya merupakan ungkapan wishfull thinking sebagai harapan yang terpendam di lubuk sanubari setiap warga Indonesia yang tulus cinta negara, bangsa dan rakyat Indonesia ! Insha Allah, tidak lama lagi Jokowi dan Prabowo akan benar-benar berjumpa dan saling berjabat tangan demi bersama menjaga Persatuan Indonesia! MERDEKA!
(Penulis adalah rakyat Indonesia yang mendambakan silaturrahim Jokowi-Prabowo).

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya