Berita

Pemilu Kongo/Reuters

Global

Militer AS Bersiaga Di Gabon Jika Pemilu Kongo Ricuh

SABTU, 05 JANUARI 2019 | 20:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mengerahkan personel militer ke Gabon dalam menghadapi kemungkinan demonstrasi kekerasan di negara tetangga, Republik Demokratik Kongo setelah pemilihan presiden di sana.

Hal itu dipastikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sepucuk surat kepada para pemimpin kongres jelang akhir pekan ini, seperti dimuat Reuters.

Trump mengatakan bahwa gelombang pertama yang terdiri dari sekitar 80  personel militer tiba di Gabon pada hari Rabu (2/1). Mereka akan dikerahkan jika diperlukan untuk melindungi warga Amerika Serikat dan fasilitas diplomatik di ibukota Kongo, Kinshasa.


Dia mengatakan bahwa para personel militer akan tetap berada di wilayah itu sampai situasi keamanan di Republik Demokratik Kongo menjadi lebih kondusif sehingga kehadiran mereka tidak lagi diperlukan.

Trump mengatakan pasukan tambahan dapat dikerahkan ke Gabon jika perlu.

Untuk diketahui bahwa Komisi pemilihan umum Kongo dijadwalkan untuk merilis hasil sementara dari pemilihan presiden pada hari Minggu (6/1). Tetapi ada kemungkinan penundaan karena lambatnya kedatangan lembar penghitungan.

Para pengamat dan oposisi mengatakan pemilihan itu dirusak oleh penyimpangan serius. Pemerintah Kongo mengatakan pemilihan itu adil dan berjalan lancar.

Komunitas internasional telah mengajukan kekhawatiran bahwa hasil yang disengketakan dapat menyebabkan keresahan, seperti halnya setelah pemilihan 2006 dan 2011. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya