Berita

FARC/Net

Dunia

PBB: 85 Eks Pemberontak FARC Dibunuh Sejak Perjanjian Damai

SELASA, 01 JANUARI 2019 | 19:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 85 bekas pemberontak FARC telah meninggal karena dibunuh sejak kelompok itu menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah dua tahun lalu. Begitu data terbaru yang dirilis PBB awal pekan ini.

Sebagian besar pembunuhan dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal dan geng-geng narkoba yang memperebutkan bekas wilayah FARC.

Sekjen PBB Antonio Gutteres mengatakan dalam laporan triwulanannya mengenai misi PBB ke Kolombia yang dirilis awal pekan ini, dalam tiga bulan terakhir saja ada 14 mantan anggota FARC yang dibunuh.


Gutteres juga mengatakan bahwa dia sangat khawatir bahwa lebih dari 400 pemimpin sosial dan aktivis hak asasi manusia telah terbunuh di Kolombia sejak 2016.

"Sebagian besar pembunuhan berada di zona ditinggalkan oleh mantan (pejuang) FARC dan di mana ada kehadiran negara terbatas," kata laporan PBB, seperti dimuat BBC

Guterres mendesak Presiden Kolombia Ivan Duque untuk berbuat lebih banyak untuk melindungi para mantan pemberontak.

FARC dibentuk pada tahun 1964 dengan niat untuk menggulingkan pemerintah dan membentuk rezim Marxis. Namun sejak perjanjian damai, FARC, atau Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, sekarang menjadi partai politik yang dikenal sebagai Angkatan Bersamaan Alternatif Revolusioner dengan lima kursi di Senat dan lima di DPR.

Sejak perjanjian damai, aparatur negara Kolombia yang lemah tidak mampu mengendalikan wilayah-wilayah terpencil ini.

Sebagai gantinya, kelompok-kelompok bersenjata ilegal telah mengambil alih dan pasukan keamanan dan presiden semakin dikecam karena tidak membendung kekerasan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya