Berita

Turki/Net

Global

Keponakan Fethullah Gulen Dibui Di Turki

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 22:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Turki menghukum keponakan ulama ternama Fethullah Gulen pekan ini.

Al Jazeera memuat, Selman Gulen dijatuhi hukuman karena dinilai telah menjadi anggota organisasi teroris. Jaksa meminta dia dijatuhi hukuman 7,5 hingga 15 tahun penjara.

Selman Gulen membantah semua tuduhan yang dilayangkan padanya. Dia mengatakan kepada pengadilan di ibukota, Ankara, bahwa dia hanya pernah bertemu pamannya sekali dalam hidupnya.


Salman menuduh bahwa pengadilan menghukumnya hanya karena dia adalah seorang kerabat Gulen dan menuntut pembebasannya.

Otoritas Turki diketahui menyalahkan Fethullah Gulen dan gerakan FETO-nya karena upaya kudeta pada 15 Juli 2016 oleh sebuah faksi di militer.

Gulen membantah ada peran dalam kudeta yang gagal yang menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai 2.000 lainnya itu.

Gulen yang pernah menjadi sekutu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, saat ini diketahu tinggal di pengasingan di Amerika Serikat.

Turki juga menganggap gerakan Gulen sebagai kelompok "teroris" dan telah menangkap ribuan orang yang diduga memiliki hubungan dengannya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya