Berita

Raja Mohammed VI/Net

Global

Raja Mohammed VI: Migrasi Bukan Hanya Masalah Keamanan

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 11:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Migrasi seharusnya tidak hanya dianggap sebagai masalah keamanan, melainkan juga masalah kemanusiaan dan hak asasi manusia.

Begitu kata Raja Maroko, Mohammed VI saat berbicara dalam Konferensi Antar-Pemerintah tentang Pakta Global untuk Migrasi yang dibuka di Marrakech awal pekan ini.

Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti soal kebijakan represif terhadap migra. Raha Mohammed VI menekankan bahwa kebijakan migrasi yang represif tidak akan mampu membendung arus migran yang tengah terjadi secara global.


"Hak-hak migran tidak dapat diabaikan hanya karena ada masalah keamanan. Hak mereka tidak dapat dicabut," tegasnya.

"Mengatasi masalah keamanan harus sejalan dengan kebijakan pembangunan sosial ekonomi yang menangani akar penyebab dari migrasi yang beresiko," tegasnya.

Raja Mohammed VI menambahkan bahwwa Maroko merupakan negara yang memiliki komitmen untuk menangani masalah migrasi secara manusia dan subtantif.

"Pragmatis dalam metodologinya dan bertanggung jawab dalam pendekatannya," tuturnya.

"Visi kami adalah mengantisipasi masa depan untuk membangun mobilitas yang teratur," sambung Raja Mohammed VI sambil menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan Maroko adalah dengan mencari keseimbangan yang menguntungkan antara realisme dan tindakan proaktif dan antara kepentingan negara serta menghormati hak asasi manusia migran.

"Karena keberhasilan nasional dari pendekatan ini yang selalu kami lakukan, saudara-saudara Afrika saya mempercayakan saya dengan mandat Pemimpin Uni Afrika tentang Masalah Migrasi," jelasnya.

Ini menyebabkan Agenda Afrika tentang Migrasi, yang dengan suara bulat, diadopsi oleh Konferensi Uni Afrika pada Januari 2018.

"Cukup alami, oleh karena itu, visi domestik dan kontinental kami sepenuhnya sejalan dengan komitmen internasional kami, melalui Global Compact," jelasnya.

"Keduanya mencerminkan pengejaran konstan kompromi inovatif antara persyaratan manajemen perbatasan dan perlindungan hak asasi migran, antara masalah migrasi dan kebutuhan pembangunan," demikian Raja Mohammed VI. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya