Berita

Antonio Guterres/Net

Global

Lebih Dari 150 Negara Teken Pakta Global Soal Migrasi

SENIN, 10 DESEMBER 2018 | 19:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Para pemimpin dari lebih dari 150 negara di dunia sepakat atas sebuah pakta global terkait migrasi. Pakta itu menetapkan dalam tindakan rencana untuk mencegah penderitaan dan kekacauan bagi migrasi global.

Pakta yang memiliki nama resmi "Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration (GCM)" itu didukung oleh PBB dan disetujui pada konferensi antar pemerintah yang digelar di di Marrakech, Maroko (Senin, 10/12).

GOM yang merupakan perjanjian tidak mengingat bertujuan untuk mengelola migrasi secara lebih baik di tingkat lokal, nasional, regional dan global, termasuk mengurangi resiko dan kerentanan yang dialami migran atau pengungsi pada berbagai tahap perjalanan mereka.


Perjanjian itu disetujui pada Juli lalu oleh semua negara anggota yang berjumlah 193 negara, kecuali AS yang memilih untuk mundur.

Selain itu, Australia, Belanda, Austria, Bulgaria, Hongaria, Republik Ceko, Polandia, Republik Dominika, Chili, Latvia, Slovakia, Estonia, dan Italia menolak untuk menghadiri konferensi atau mengesampingkan penandatanganan perjanjian.

"Momen ini adalah produk yang menginspirasi dari upaya yang penuh dedikasi dan kesungguhan," kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam pembukaan konferensi.

"Migrasi selalu bersama kami. Tapi di dunia di mana hal itu lebih tak terelakkan dan perlu, itu harus dikelola dengan baik dan aman, tidak tidak teratur dan berbahaya," tambahnya seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya