Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Twitter Berkicau Kasih Sayang

SELASA, 27 NOVEMBER 2018 | 06:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DI MASA keprihatinan sedang merundung lubuk sanubari saya akibat menyimak kenyataan angkaramurka saling hujat, saling fitnah dan saling lapor ke polisi yang merajalela melalui apa yang dinamakan sebagai media sosial yang sedang ganas menggerogoti peradaban bangsa Indonesia, ibu Aylawati berbaik hati berbagi sebuah twitter berkicau kasih sayang dengan link https://mobile.twitter.com/jogja24jam/status/1066238260316229632?s=12 .

Kasih Sayang

Secara mengharukan twitter mahakarya seorang warga Yogyakarta itu berkicau kisah tragedi burung-burung migran dari mancanegara bermusim dingin seperti Siberia dan Mongolia singgah di kawasan Malioboro, Yogyakarta sebelum melanjutkan penerbangan menuju kawasan tujuan mereka mengungsi dari ancaman musim dingin.


Sangat disayangkan bahwa ada pihak-pihak tidak memiliki nurani perikehewanan apalagi perikemanusiaan maka tega secara pengecut menembak mati burung-burung imigran tersebut.

Syukur alhamdullilah ternyata twitter bijak tersebut memperoleh sambutan positif dan konstruktif dari para netisen secara paripurna. Mengharukan sekaligus membanggakan bahwa segenap pihak sepenuhnya 100 persen mendukung tanpa seorang pun yang berceloteh sinis apalagi kontra.

Kasus twitter burung-burung migran singgah di Yogya merupakan fakta tak terbantahkan yang membuktikan bahwa sebenarnya apa yang disebut sebagai media sosial ternyata dapat berfungsi positif dan konstruktif.

Alih-alih disalah-gunakan untuk menggerogoti  ternyata medsos siap dibenar-gunakan untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia sebagai bangsa berbudi-pekerti adiluhur bergotong royong membangun peradaban  mengutamakan bukan kebencian namun kasih-sayang.

Suri Teladan

Insya Allah, segenap pihak yang sedang asyik saling menghujat, saling memfitnah dan saling melapor ke polisi berkenan menghayati kemudian meneladani sikap dan perilaku para netizen berbudipekerti adiluhur yang tersurat dan tersirat pada twitter indah berkicau kasih sayang (https://mobile.twitter.com/jogja24jam/status/1066238260316229632?s=12 )
demi menghentikan segenap kemelut angkara murka mudarat yang sedang tanpa sadar mereka lakukan secara lambat namun pasti akan memecah-belah bahkan menghancur-leburkan negara dan bangsa Indonesia tercinta ini. MERDEKA !

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya