Berita

Foto: RMOLSumsel

Nusantara

Dapat Wangsit Soekarno, Pria Ini Nekat Daftar Pilpres

RABU, 15 AGUSTUS 2018 | 12:33 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Dengan kenakan jas merah, seorang pria di Prabumulih mendatangai kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pria tersebut bernama Mat Hardi Maharaja Besi (49) warga Jalan Sungai Medang, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Maksud kedatangannya ke kantor KPU Kota Prabumulih untuk mendaftarkan diri menjadi bakal calon presiden RI.


Mat Hardi mengaku pendaftaran dirinya sebagai calon presiden ini atas  wangsit dari Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Soekarno.

Meski pendaftaran telah ditutup sejak 10 Agustus kemarin namun hal itu tak menyurutkan semangat pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini untuk mendatangi KPU.

Ia pun membawa sejumlah berkas persyaratan. Salah satunya Ijazah dari Malaikat.

Alhasil keinginannya tersebut tidak dapat terwujud lantaran terhambat aturan yang mana pilpres harus menggunakan partai politik (parpol).

Mat Hardi menjelaskan meskipun terkesan konyol namun ia memberanikan diri mendaftar ke KPU setelah mendapatkan mimpi didatangi Presiden Soekarno sebanyak 11 kali.

"Saya waktu umur delapan tahun diberi pak Soekarno burung elang. Terakhir pas ada gerhana bulan pak Soekarno kembali datang dalam mimpi memberi amanat melepaskan penderitaan rakyat," jelasnya seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumsel, Rabu (15/8).

Mengenai ijazah bertuliskan malaikat, ia menuturkan jika itu ia buat sendiri setelah mendapat petunjuk dari Malaikat seribu.

"Kalau ijazah itu awalnya saya didatangi malaikat seribu, ialah Malaikat Ababil. Kemudian cap di ijazah saya dapatkan dari ibu-ibu waktu jualan di pasar," tuturnya.

Mat Hardi menegaskan pencalonan dirinya mesti harus dilakukan karena sesuai wangsit apabila hal itu tidak diindahkan maka gempa di Lombok akan terjadi pula sampai ke pulau Jawa.

"Contoh seperti dulu waktu jaman SBY, karena tidak didengarkan terjadilah gempa di Aceh," tegasnya.

Meskipun keinginannya untuk mencalonkan diri tidak terwujud namun Mat Hardi tak berkecil hati. Ia berharap KPU dapat menyampaikan usulannya kepada Pemerintah agar ke depan pilpres boleh melalui jalur independen.

"Sistem pemilu dari Parpol sudah selesai, sekarang dari independen. Harusnya memang ada, karena ada banyak perjuangan juga dari independen tapi tidak bisa (nyapres)," bebernya.

Sementara Komisioner KPU Prabumulih, Sirajuddin saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya membuka lebar-lebar pintu KPU apabila ada yang ingin bertanya maupun berdiskusi seputar pencalonan.

"Tentunya kita terima dulu ya kalau ada tamu seperti ini. Kita siap melayani kalau mau berdiskusi ataupun ada yang ingin ditanyakan seperti halnya yang dilakukan pak Mat Hardi," terangnya. [jto]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya