Berita

Foto: Net

Politik

Dukungan Ahok Reduksi Suara Jokowi-Ma’ruf Amin

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 | 06:05 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Munculnya mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ikut andil proses pemenangan pasangan capres petahana Jokowi dan cawapres Ma’ruf Amin, menuai pro dan kontra.

Apakah dukungan Ahok bisa menambah atau mereduksi suara?

Satu sisi, Ahok akan menjadi kontraproduktif bagi pasangan ini. Karena para pendukung Ahok memang bisa jadi kecewa dengan sikap Jokowi yang memilih Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden.  


Ma'ruf ialah orang yang mendorong keluarnya fatwa MUI bahwa Ahok telah menista agama ketika berpidato di Kepulauan Seribu, 27 September 2016.

Selain itu Ma'ruf Amin merupakan salah satu saksi yang memberatkan Ahok. Ma'ruf, langsung atau tidak, turut serta menjebloskan Ahok ke penjara.

Sisi lain, ada irisan antara voter Jokowi dan Ahok. Bisa diartikan Luhut menyampaikan Ahok dukung Jokowi bermaksud merangkai kembali suara tercecer dari para Ahoker, meski belum jelas klaim Luhut itu.

Namun beberapa Ahoker sudah menyebut akan golput di pilpres 2019. Informasinya, hal itu di sampaikan kepada Luhut saat menjadi pembicara di kawasan Menteng.

Sebagian pihak juga menilai dukungan Ahok tidak akan menambah suara untuk Jokowi. Alasannya, karena pendukung Ahok sebetulnya juga pendukung Jokowi.

PKB pun khawatir dukungan Ahok dapat mereduksi perolehan suara Jokowi-Ma'ruf Amin nantinya.

“Kontraproduktif nanti,” ujar politisi PKB, M Toha kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (14/8).

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus meringkuk di balik jeruji besi pada 9 Mei 2017.

Ahok sendiri menjadi penghuni Rutan Mako Brimob selama 2 tahun penjara dalam kasus dugaan penistaan agama.  

Jika genap menjalani 2 tahun, Ahok akan bebas pada Mei 2019.  Pun pada tahun 2017, mantan suami Veronica ini mendapat pengurangan tahanan (remisi) sebanyak 15 hari.

Jika dengan mendapat remisi kedua, Ahok akan bebas pada masa akhir kampanye. Jadi dia mungkin saja ikut kampanye, tentunya jika diajak oleh Jokowi.

Masa kampanye Pilpres 2019 diketahui. berlangsung pada 23 September 2018-13 April 2019.

Lalu pencoblosan tanggal 17 April 2019. Apabila Ahok bebas pada kisaran akhir minggu terakhir April 2019, Ahok tak akan bisa ikut berkampanye dengan Jokowi.

“Mungkin ini perlu dipikirkan kembali oleh Pak Jokowi, apakah nanti Ahoker akan kecewa dengan mengusung Ma'ruf Amin. Kalau bikin kecewa maka bisa sebabkan penurunan elektoral nantinya,” demikian pakar komunikasi politik Unair Suko Widodo beberapa waktu lalu. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya