Berita

Uchok Sky Khadafi/Net

Dunia

Proyek Kehumasan Di BNPB Berpotensi Rugikan Negara Rp 633 Juta

SELASA, 24 JULI 2018 | 15:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat diminta membatalkan sosialisasi Budaya Sadar Bencana (BSB) di seluruh Indonesia. Pasalnya proyek peningkatan kegiatan kehumasan tersebut berpotensi merugikan negara Rp 633 juta.

"Lelang tersebut harus dibatalkan karena lelang yang dilakukan BNPB berpotensi tertimpa bencana," kata Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada wartawan, Selasa (24/7).

CBA juga meminta KPK melakukan penyidikan kasus lelang BSB di seluruh Indonesia.


"Lelang tersebut harus dibatalkan dan KPK harus turun untuk melakukan penyidikan dalam kasus proyek sosialisasi BSB itu," ujar Uchok.

Tahun anggaran 2018 jumlah peserta yang ikut lelang proyek BSB sebanyak 45 perusahaan dan hanya enam perusahaan yang dinilai Panitia Lelang BNPB telah memenuhi persyaratan LPSE.

Keenam perusahaan tersebut antara lain PT Maria Utara Jaya dengan penawaran Rp 2,6 miliar, PT Cahaya Kristal Media Utama Rp 3,2 miliar, PT Lima Karsa Kreasi Tama Rp 3,3 miliar, PT Prama Bhimasena Rp 3,3 miliar, PT Arkadas Fortuna Prima Rp 3,3 miliar, dan PT Daffa Auratama Rp 3,5 miliar.

Namun, lanjut Uchok, hasil pengamatan pihaknya di lapangan, terjadi kejanggalan. Perusahaan dengan jumlah penawaran terendah Rp 2.6 miliar atau bahkan jauh dari nilai penawaran proyek yang sama di tahun sebelumnya (sebesar Rp 3,2 miliar tahun 2017), justru tidak memperoleh undangan. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya