Berita

Rizal Ramli/RMOL

Politik

Lima Tahap Perjuangan Rizal Ramli Di Mata Aktivis 98

Sangat Layak Diberi Kesempatan
SELASA, 17 JULI 2018 | 05:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan aktivis 1998 dari Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) Sojo Dibacca menyayangkan sikap reaksioner sebagaian kalangan aktivis 1998 terhadap tokoh nasional sekaligus bakal calon presiden Rizal Ramli.

"Aneh, kok masih ada saja yang meragukan rekam jejak RR. Padahal sudah lebih dari 40 tahun, dua pertiga usianya, diabdikan untuk membela kemaslahatan rakyat," kata Sojo dalam keterangannya, Selasa (17/7).

Sojo yang pada 1998 berkuliah di kampus Moestopo Beragama menyebut, ada lima tahap perkembangan perjuangan yang dapat menggambarkan perjalanan hidup RR.


Pertama, pada tahun 1977 RR dan kawan-kawannya aktivis Dewan Mahasiswa se-Indonesia membuat gerakan Anti Kebodohan, yang bertujuan mendesak Orde Baru menangani 8 juta anak-anak putus sekolah.

WS Rendra dan Sumanjaya sampai khusus membuat karya kebudayaan puisi dan film yang mendukung perjuangan politik ini.

"Tuntutan RR dan kawan-kawan kemudian dijalankan Orde Baru, lima tahun kemudian (1983) dalam bentuk program wajib belajar," terang Sojo.

Kemudian, kedua, tahun 1978, RR bersama Dewan Mahasiswa ITB meluncurkan Buku Putih Perjuangan Mahasiswa yang kritisi KKN, model ekonomi, dan otoritarianisme Orde Baru, yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dan disebarkan ke seluruh Dunia.

"Akibatnya RR dan kawan-kawan dipenjara Orde Baru selama 1,5 tahun," jelas Sojo.

Ketiga, menurut Sojo, di dalam penjara di Sukamiskin karena beda keyakinan politik dengan Orde Baru dalam membela rakyat, menyebabkan jalan hidup RR berubah dari sekedar aktivis mahasiswa, ia kemudian memilih menjadi ekonom kerakyatan.

"RR merasa dengan menjadi ekonom ia dapat berbuat banyak bagi rakyat Indonesia di masa depan," sebutnya.

Keempat, benar saja, menjadi ekonom di pemerintah Gus Dur setelah Reformasi 1998, meskipun sangat sebentar, tapi RR sukses menghadiahi rakyat Indonesia kado yang manis. Yang paling menonjol adalah, Indonesia di bawah tim ekonomi Gus Dur yang dikoordinasikan RR, sukses mengangkat ekonomi dari minus ke positif dengan kurang utang dan capai gini ratio (ketimpangan) terendah sepanjang sejarah Indonesia.

"Tidak pernah seumur Indonesia berdiri, pertumbuhan ekonomi terjadi dengan sambil kurangi utang luar negeri. Banyak orang kemudian yang diberi kesempatan lebih lama menjabat, tapi tak mampu hasilkan karya yang setara dengan karya RR," jelas Sojo.

Kelima, kondisi menjadi menteri di era Jokowi tidak seideal di era Gus Dur, karena kuatnya kepentingan oligarki di dalam kabinet. Meskipun demikian RR tetap mampu hasilkan banyak terobosan kebijakan. Konflik kepentingan oligarki yang bertentangan dengan rakyat, akibatkan RR yang membela rakyat dalam kasus Reklamasi Teluk Jakarta harus digusur.

"Jadi selama 11 bulan jadi Menteri Jokowi, RR mengajarkan kepada kita semua, kekuasaan dan jabatan tak dapat membeli idealisme keberpihakan RR pada rakyat," ucapnya.

"Dengan rekam jejak di luar dan di dalam pemerintahan yang sangat panjang bagi kemaslahatan rakyat tersebut, dan yang tiada duanya di Indonesia, RR sangat layak diberikan kesempatan lebih luas untuk pimpin Indonesia di 2019," tegas Sojo menambahkan. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya