Berita

Surya Paloh/Net

Politik

Surya Paloh: Ada Parpol Pemerintah Yang Kerjanya Selalu Mengkritik

SABTU, 05 MEI 2018 | 15:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan sebagai salah satu partai politik pendukung pemerintah sudah sepatutnya seluruh kader selalu mendukung dan mengawal kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Oleh karena itu, menjadi kewajiban seluruh kader untuk dapat membantu menjelaskan kebijakan pemerintah yang belum dipahami oleh masyarakat.

"Yang tidak kalah penting, Nasdem sebagai partai pendukung pemerintah, sebaiknya menjelaskan seluruh kebijakan pemerintah. Kita harus menjadikan posisi sebagai pendukung pemerintah, apa hal-hal yang positif, kebijakan yang bisa membesarkan hati masyarakat," kata Surya dalam mengawali safari konsolidasi partai, di Bengkulu, Sabtu (5/5).


Dia mengingatkan, Nasdem juga juga tidak menutup mata jika ada kebijakan pemerintah yang perlu untuk dikritisi, terutama kebijakan-kebijakan yang kurang tepat terhadap upaya pembangunan kehidupan masyarakat.

"Tidak mungkin Partai Nasdem pendukung pemerintah, tetapi menempatkan posisi kita untuk selalu mengkritisi kebijakan pemerintah. Itu menurut saya partai yang salah kamar," kata Surya di hadapan ribuan kader seperti dalam keterangannya.

Dalam kesempatan tersebut, Surya juga menyinggung adanya partai politik yang hingga kini masih duduk di pemerintahan, namun setiap saat selalu mengkritik pemerintahan tanpa arah dan solusi yang jelas.

"Ada partai pendukung pemerintah yang menyatakan duduk dalam barisan pemerintahan, tetapi dari waktu ke waktu, pagi, siang, dan sore (selalu mengkritik pemerintah). Kita mengamati. Sebaiknya, dia bukan sebagai partai pendukung pemerintah. Sebaiknya, dia menjadi partai oposisi yang menentang pemerintahan. Itu baru tepat," kata dia.

Walaupun tidak menyebut secara gamblang partai pendukung pemerintah yang salah kamar, namun menurut Surya, dalam memberikan dukungan itu tentu bukan semata-mata menyatakan dukungan di bibir. Dukungan juga harus dapat memberikan pikiran yang berasal dari ketulusan dan keikhlasan.

"Kita juga mungkin mampu memberikan suatu alternatif, solusi, apa yang sebaiknya dilakukan. Menurut pandangan kita, jika ada kebijakan yang tidak tepat dan kalau saja kebijakan ini bisa ditukar bisa dihentikan dengan kebijakan yang lebih tepat, itulah yang bisa kita berikan sebagai alternatif solusi," katanya.

Selain di Bengkulu, Surya dan rombongan akan melakukan safari konsolidasi di sejumlah kota lainnya di Sumatera, seperti Palembang, Jambi, Medan, Deli Serdang, Banda Aceh dan Pidie Jaya. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya