Berita

Pertahanan

Pasukan Perdamaian RI Di Lebanon Ikut Penyuluhan HIV/AIDS

SABTU, 24 FEBRUARI 2018 | 11:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pasukan Perdamaian Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-L/Unifil yang tengah melaksanakan Misi PBB, beberapa waktu lalu mengikuti penyuluhan dalam rangka pencegahan dan penyebaran Virus HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), bertempat di Rubb Hall UNP 7-1, Markas Indobatt, Adchit Al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Penyuluhan HIV/AIDS yang disampaikan oleh Mr. Stephen Talugende (Tanzania) dari Chief HIV/AIDS Officer UNIFIL, meliputi pengenalan tentang HIV dan AIDS termasuk cara penularan dan pencegahannya, serta perlakuan terhadap penderita dan perkembangan HIV/AIDS itu sendiri dan siapa saja yang dapat terinfeksi penyakit tersebut.

Sejauh ini jumlah penderita HIV/AIDS cenderung semakin bertambah dan belum ditemukan obatnya, namun hanya ada obat yang digunakanan untuk memperpanjang usia penderita yang disebut Post Exposure Prophylactic (POP).


"Pentingnya menjaga kesetiaan dengan pasangan masing-masing dan mengetahui kondisi satu sama lain bahwa mereka tidak terinfeksi HIV/AIDS, serta melakukan hubungan seks secara sehat," kata Mr. Stephen Talugende.

Lebih lanjut Mr. Stephen Talugende menyampaikan bahwa penderita HIV/AIDS bukan orang yang harus dijauhi atau diisolasi, namun mereka masih dapat berinteraksi dengan masyarakat serta mendapatkan pekerjaan yang layak apabila seorang penderita dapat melakukan pengobatan secara dini dan mengerti tata cara perlakuan terhadap HIV/AIDS.

Menurut Mr. Stephen Talugende, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang tertular atau tidak Virus HIV/AIDS  adalah dengan melalui pemeriksaan darah.

"Tindakan paling efektif agar tidak tertular HIV adalah dengan menghindari seks bebas atau berganti-ganti pasangan, tukar menukar jarum suntik dan penyalahgunaan narkotika," ucapnya.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) bisa menular pada pasangan homoseksual maupun heteroseksual, dan HIV/AIDS tidak dapat menular melalui sentuhan, pelukan atau ciuman.

"Program penyuluhan HIV/AIDS wajib diberikan kepada seluruh Peacekeepers guna membantu UNIFIL dalam menekan laju penularan Virus HIV dan AIDS di daerah operasi, seperti Lebanon ini," tutur Mr. Stephen Talugende.

Di akhir penyuluhannya, Mr. Stephen Talugende menyampaikan bahwa HIV/AIDS merupakan epidemik yang mengancam masyarakat dunia. Menurut penelitian badan PBB untuk HIV/AIDS  yaitu UNAIDS pada tahun 2017 menyampaikan bahwa, tidak ada satu pun negara di dunia yang terbebas dari penyakit HIV/AIDS.

"UNIFIL berharap dengan penyuluhan HIV/AIDS tersebut dapat dijadikan sebagai informasi dan pengetahuan tentang penularan dan pencegahan Virus HIV/AIDS serta dapat ditekan penyebarannya," tutupnya.

Pada kesempatan yang sama seperti dalam keterangan Puspen TNI, Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto mengatakan bahwa penyuluhan masalah HIV/AIDS bagi prajurit TNI yang sedang bertugas sebagai Peacekeepers (Pasukan Perdamaian) di Lebanon sangat penting mengingat mereka yang jauh dari keluarga, tidak menutup kemungkinan akan berbuat hal-hal yang dapat merusak diri dan keluarga mereka bahkan satuan dimana mereka bertugas.

Dia berharap dengan adanya penyuluhan HIV/AIDS dari UNIFIL, prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS, agar semasa penugasan maupun pasca tugas tidak ada satupun personel Indobatt XXIII-L yang terinfeksi virus tersebut.

"Yang harus kita pedomani adalah perkuat Iman dan Taqwa, patuhi semua aturan dan jangan sekali-kali melanggarnya. Ingat, keluarga tercinta menanti kepulangan kita dirumah," ujar Letkol Inf Arfan Johan Wihananto.

Pada akhir kegiatan penyuluhan, Mr Stephen Talugende dan Tim HIV/AIDS Officer UNIFIL membagi-bagikan Pin Simbol Anti HIV/AIDS kepada Peacekeepers yang sudah dan mengikuti penyuluhan tersebut. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya