Berita

Suharli Alius/Humas BNPT

Pertahanan

Awas, Propaganda Radikalisme di Dunia Maya Tumbuh Lewat Gawai

MINGGU, 04 FEBRUARI 2018 | 06:43 WIB | LAPORAN:

Generasi muda diminta untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan dunia maya dan media sosial. Karena selama ini dunia maya dan media sosial menjadi sarana berkembangnya radikalisme dan hate speech.

"Saat ini setiap orang menggunakan smartphone (gawai) yang terhubung dengan Internet. Tidak hanya satu, kadang satu orang punya dua smartphone. Banyak yang tidak menyadari bahwa propaganda radikalisme masuk melalui smartphone yang dikirimi berbagai macam konten di grup-grupnya. Oleh karena itulah harus hati-hati menggunakan smartphone," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Suhardi Alius saat memberikan kuliah umum di hadapan 350 mahasiswa dan civitas akademika Universitas Andalas Padang, belum lama ini.

Dalam paparanya mantan Kabareskrim Polri ini mengemukakan bahwa media mainstream secara tidak langsung sudah menjadi alat kampanye propaganda radikalisme dalam menyebarkan ide-idenya.


"Contoh ketika Santoso tewas, media telah memberikan ruang berita yang sangat besar sehingga ketika Santoso dibawa pulang untuk dikuburkan dia seolah-olah menjadi pahlawan. Padahal dia jelas-jelas melawan negara," imbuh mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas ini.

Suharli menambahkan, lingkungan kampus juga tidak luput dari virus radikalisme. Hal tersebut didasari dari hasil identifikasi beberapa kampus mahasiswanya telah tersusupi oleh paham radikal dan terorisme. Selain mahasiswa, dosen juga telah beberapa terindikasi mengajarkan radikalisme ke mahasiswanya.

"Saya memberikan kuliah umum di ITB Bandung, saya katakan harus bangga karena Presiden pertama dari ITB Bandung, namun harus juga mawas diri karena teroris juga ada yang berasal dari ITB Bandung," terang pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 ini.

Tak hanya itu, menurutnya, beberapa waktu lalu ada pemilihan rektor di sebuah kampus. Namun setelah dikroscek ternyata calon rektor tersebut telah diidentifikasi menjadi simpatisan kelompok radikal.

"Dengan kejadian itu maka kita segera ambil tindakan dengan memberikan bukti bahwa tidak bisa kita biarkan orang yang telah terindikasi radikal menjadi rektor," kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Intinya, ia kembali menekankan kepada segenap civitas akademika khususnya mahasiswa untuk selektif dan cerdas dalam menggunakan dunia maya maupun media sosial.

"Jangan ditelan mentah-mentah berita yang diterima dan selalu mengkritisi jika mendapatkan ajakan ataupun berita yang menjurus ke paham radikal," tutur mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.

Di akhir paparannya, mantan Wakapolda Metro Jaya ini mengingatkan bahwa mahasiswa merupakan Agen of Change (sebagai agen perubahan) dan calon pemimpin bangsa yang harus terus menambah wawasan keilmuan agar nantinya bangsa ini tidak terjerembab dalam kubangan pertikaian yang disebabkan oleh pemikiran-pemikiran yang sempit.

Turut mendampingi Kepala BNPT dalam kuliah umum tersebut yakni Rektor Universitas Andalas, Tafdil Husni; Wakil  Rektor III bidang Kemahasiswaan, Hermansah; dan salah satu anggota kelompok ahli BNPT, Hamdi Muluk.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya