Berita

Twitter Trump/Net

Dunia

Twitter: Pemimpin Dunia Punya Status Khusus Dan Tidak Bisa Diblokir

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 14:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Salah satu raksasa media sosial, Twitter Inc kembali memastikan bahwa pemimpin dunia memiliki stastus khusus di jaringan media sosial tersebut.

Penegasan itu dikeluarkan pada Jumat (5/1) menyusul banyak dorongan pengguna Twitter yang meminta perusahaan tersebut untuk mengusir Presiden Amerika Serikat Donald Trump dari platform media sosial tersebut.

"Memblokir pemimpin dunia dari Twitter atau menghapus Tweets kontroversial mereka akan menyembunyikan informasi penting yang harus dapat dilihat dan diperdebatkan orang," kata Twitter dalam sebuah posting di sebuah blog korporat.


Perdebatan mengenai cuitan Trump semakin meningkat setelah Trump mengatakan dari akun @realDonaldTrump pada hari Selasa bahwa dia memiliki tombol nuklir yang jauh lebih besar dan lebih kuat daripada pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Kritikus mengatakan bahwa tweet dan kehadiran Trump terus berlanjut di jaringan membahayakan dunia dan melanggar larangan Twitter terhadap ancaman kekerasan. Beberapa pengguna bahkan melakukan aksi protes di markas Twitter San Francisco pekan ini.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka meninjau ulang cuitan oleh para pemimpin dunia dan memberlakukan peraturannya sesuai dengan peraturan.

"Tidak ada akun satu orang yang mendorong pertumbuhan Twitter, atau mempengaruhi keputusan ini," tambah perusahaan itu.

"Kami bekerja keras untuk tetap tidak bias dengan kepentingan publik dalam pikiran," tambah keterangan Twitter itu seperti dimuat Reuters.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Twitter tersebut. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya