Berita

Trump/Net

Global

Cuitan Twitter Pertama Di Tahun 2018, Trump Tuding Pakistan Berbohong

SELASA, 02 JANUARI 2018 | 08:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat membuat cuitan pertama di Twitter di tahun 2018 dengan mengatakan bahwa Pakistan berbohong dan melakukan tipuan.

Dia mengatakan bahwa Pakistan telah menyediakan tempat aman bagi teroris yang dicari. Dia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat telah bodoh karena memberikan bantuan ke Islamabad.

"Amerika Serikat dengan bodohnya telah memberi Pakistan lebih dari 33 miliar dolar bantuan selama 15 tahun terakhir, dan mereka tidak memberikan apa-apa selain kebohongan dan kebohongan, memikirkan pemimpin kita sebagai orang bodoh," tulisnya.


"Mereka memberi tempat yang aman bagi teroris yang kita cari di Afghanistan, dengan sedikit bantuan. Tidak lagi!" tambahnya.

Cuitan itu datang  setelah ketegangan meningkat antara Washington dan Islamabad sejak musim panas, ketika Trump mengumumkan strategi keamanan nasional pemerintahannya untuk Afghanistan.

Sebagai bagian dari strategi "melawan untuk menang" yang diumumkan itu, Trump meminta Islamabad untuk mengurangi dukungan bagi militan yang menemukan tempat berlindung di sepanjang perbatasan Afghanistan dan memperingatkan Pakistan akan kehilangan banyak jika tidak mematuhi.

"Kita tidak bisa lagi diam tentang tempat-tempat aman Pakistan untuk organisasi teroris, Taliban dan kelompok-kelompok lain yang menimbulkan ancaman bagi wilayah tersebut dan sekitarnya," katanya dalam sebuah pidato seperti dimuat The Guardian.

Dalam sebuah kunjungan mendadak ke Afghanistan bulan lalu, wakil presiden AS, Mike Pence, mengatakan bahwa pemerintah AS telah menempatkan Pakistan pada pemberitahuan untuk mengakhiri dukungannya terhadap gerilyawan Taliban. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya