Berita

Gading/Net

Dunia

China Mulai Larang Penjualan Gading Domestik

SENIN, 01 JANUARI 2018 | 13:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Larangan untuk semua penjualan produk gading di China mulai berlaku pada hari Minggu kemarin (31/12).

Langkah ini dipuji oleh para konservasionis sebagai langkah penting dalam perang untuk melindungi spesies yang terancam punah seperti gajah Afrika.

China sendiri sebelumnya diketahui salah satu pasar terbesar di dunia untuk gading Afrika. Namun pada tahun lalu, China mengumumkan bahwa mereka akan melarang semua perdagangan dalam negeri dan pengolahan pada akhir tahun 2017.


Langkah tersebut dilakukan setelah tekanan bahwa permintaan gading yang luas yang dilihat sebagai simbol status oleh beberapa negara. Hal ini memancing perburuan gajah di negara-negara seperti Kenya dan Tanzania.

"Beberapa dekade dari sekarang, kita dapat menunjukkan kembali ini sebagai salah satu hari terpenting dalam sejarah konservasi gajah," kata Ginette Hemley, wakil presiden senior untuk konservasi satwa liar di World Wildlife Fund (WWF).

"China telah menindaklanjuti janji besar yang dibuatnya kepada dunia, menawarkan harapan untuk masa depan gajah," tambahnya.

Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES), yang mulai berlaku pada tahun 1975, melarang perdagangan gading internasional pada tahun 1989. Namun, China terus membiarkan penjualan gading di dalam negeri.

Pada tahun 2008, CITES, kesepakatan PBB yang melarang perdagangan spesies yang terancam punah, memungkinkan penjualan satu kali ke China dari 70 ton stok gading terdaftar. Demikian seperti dimuat Aljazeera. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya