Berita

Ilustrasi/Net

Global

Cerai Hanya Dengan Talak Tidak Sah Di Uni Eropa

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 14:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perceraian dalam aturan Islam melalui talak tidak sah di mata hukum Uni Eropa. Hal itu diputuskan oleh Pengadilan Eropa pada Rabu (20/12).

Di sejumlah negara, perceraian dengan menjatuhkan talak dianggap sah karena sesuai dengan aturan Islam, namun tidak di Uni Eropa.

Putusan ini dibuat setelah ada kasus berpusat pada pasangan yang tinggal di Jerman yang menikah di Suriah pada tahun 1999.


Pada tahun 2013, suami mengakhiri pernikahan dengan menjatuhkan talak tiga di pengadilan Syariah di Latakia, Suriah. Sang istri setuju untuk bercerai secara tertulis, namun kemudian diperebutkan di Jerman, setelah sang suami mencari pengakuan di pengadilan Munich.

Pengadilan memutuskan peraturan Roma III diterapkan, sebuah peraturan Uni Eropa yang menentukan hukum mana yang harus digunakan dalam perceraian lintas batas.

"Di mana kedua pasangan memiliki kewarganegaraan ganda, faktor penentu adalah kewarganegaraan efektif mereka sesuai dengan arti hukum nasional. Pada saat perceraian dipermasalahkan, kewarganegaraan mereka yang efektif adalah Suriah," kata pengadilan Munich.

Wanita itu mengajukan banding dan kasus tersebut dikirim ke Mahkamah Eropa. Kemudian ditemukan bahwa peraturan Roma III tidak berlaku untuk perceraian pribadi di mana otoritas negara tidak dilibatkan. Pengadilan Munich sekarang akan membuat keputusan akhir dalam kasus tersebut, di bawah hukum Jerman. Demikian seperti dimuat Russia Today. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya