Berita

Foto: Istimewa

Politik

Niat Silaturrahmi Ke Kantor Diponegoro, PPP Kubu Djan Faridz Dihadang Oknum Preman

KAMIS, 21 DESEMBER 2017 | 13:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kekisruhan sempat terjadi di depan Gedung DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/12).

Kekisruhan terjadi saat pengurus DPP dan DPW PPP Muktamar Jakarta hendak bersilaturahmi dengan pengurus PPP kubu Romahurmuziy alias Romi. Kehadiran mereka ditolak oleh orang yang mengaku ‎berasal dari PPP kubu Romi.

Adu mulut pun tak terelakan antara dua kubu yang mengklaim sebagai kelompok PPP yang sah.


Wasekjen DPP PPP kubu Djan Faridz, Sudarto menegaskan, secara legal pihaknya lah yang seharusnya menempati kantor tersebut. Ia mengecam keras sikap kubu Romi yang membayar preman dan aparat kepolisian untuk membekingi kantor tersebut.

Menurut keterangan yang diterima redaksi, beberapa orang berbadan kekar tampak berjaga di sekitar halaman gedung PPP. Sementara beberapa tenda polisi dan kendaraan taktis kepolisian juga terparkir di sekitar gedung DPP.

Karena itu, Sudarto menegaskan bahwa orang-orang yang berada di gedung PPP itu bukanlah kader Partai berlogo Kabah, melainkan hanyalah preman bayaran.

"Bahkan ini keterlaluan menurut saya. Aparat pemerintah yang namanya kepolisian adalah aparat negara. Kita malu sebagai warga negara punya aparat kepolisian yang berpihak dan melindungi preman," kecam Sudarto dalam orasinya di depan Gedung DPP PPP.

"Jelas ini cara-cara yang tidak baik, dan ini preseden buruk sebuah negara demokrasi," ‎tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Prov Sumatra Utara, Aswan Jaya menegaskan tujuan pihaknya menyambangi gedung DPP PPP ialah dalam rangka mengkonsolidasikan PPP untuk persiapan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Kami tidak ingin membuat rusuh, kami tidak niat membuat rusuh. Kami mau konsolidasi, kami mau mempersiapkan PPP untuk menghadapi Pemilu 2019. Tapi kenapa kami tidak boleh masuk," geramnya.

Dia menegaskan pihaknya akan terus berjuang untuk merebut kembali kantor DPP PPP dari kubu Romi.

"Kami akan terus berusaha untuk mengambil alih kantor ini. Kami akan terus mengambil kantor ini sampai kami dapat. Kami akan konsolidasi kekuatan‎," tegasnya.

Tak mau membuat keributan, Aswan menegaskan pihaknya akan langsung melaporkan perbuatan yang didapatkan pihaknya ini kepada Ketua Umum PPP Djan Faridz.

"Ya kami akan laporkan apa yang kami terima ini kepada Ketua Umum kami bapak Haji Djan Faridz," tandasnya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya