Berita

Akayed Ullah/BBC

Global

Pelaku Teror New York Pernah Peringatkan Trump Lewat Facebook

RABU, 13 DESEMBER 2017 | 07:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pria yang diamankan karena terorisme terkait serangan terminal bus di New York awal pekan ini, Akayed Ullah pernah memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum serangan melalui media sosial Facebook.

"Trump, anda gagal melindungi bangsamu," begitu bunyi pesannya di media sosial seperti dimuat BBC.

Ullah sendiri merupakan imigran Bangladesh berusia 27 tahun. Ia melakukan pemboman yang terinspirasi oleh kelompok militan ISIS awal pekan ini.


Setelah melakukan serangan, ia melukai dirinya sendiri dan tiga lainnya.

Ullah dituduh meledakkan sebuah perangkat kasar yang diikatkan ke tubuhnya di sebuah underpass di Terminal Bus Otoritas Pelabuhan Manhattan pada waktu sibuk.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) men-tweet bahwa dia menghadapi tuntutan negara termasuk kepemilikan senjata secara kriminal, mendukung tindakan terorisme dan membuat "ancaman teroris".

Tuduhan federal, yang diumumkan pada hari Selasa, termasuk memberikan dukungan material kepada sebuah organisasi teroris asing, menggunakan senjata pemusnah massal dan mengebom sebuah tempat umum.

Ullah diketahui menggunakan materi yang mencakup lampu Natal untuk membuat perangkat yang kemudian ditempelkan di tubuhnya dengan tali Velcro.

Menurut keluhan federal yang diajukan oleh jaksa, Ullah mengatakan setelah penangkapannya bahwa dirinya melakukan serangan tersebut untuk ISIS. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya