Berita

Yenny Wahid/Humas BNPT

Pertahanan

Yenny Wahid: Jihad Harus Bisa Membawa Maslahah, Bukan Musibah

JUMAT, 13 OKTOBER 2017 | 10:13 WIB | LAPORAN:

Di era sekarang banyak orang yang salah dalam menafsirkan makna jihad. Kalau di zaman dulu, jihad selalu diidentikkan dengan berkorban jiwa, terutama untuk kepentingan agama.

"Ketika jihad diartikan sangat sempit hanya untuk memerangi atau berperang melawan orang kafir, maka kemudian ini bisa membawa potensi perpecahan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang biasa disapa Yenny Wahid, di Jakarta.

Menurut Yenny, konteks jihad sekarang sangat berbeda karena perjuangan itu tidak bisa hanya dengan fisik, tetapi melalui diplomasi atau dialog. Itu lebih membuahkan hasil dibandingkan dengan melakukan pengeboman bunuh diri yang hanya bisa menyengsarakan masyarakat secara umum.


"Kita lihat bahwa sebagian besar korban dari bom bunuh diri adalah muslim. Ini saja sudah menunjukkan  bahwa kita menyakiti umat islam sendiri kalau kita terjebak dalam perilaku jihad fisabilliah yang keliru tadi," ujar putri ke-2 dari Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, ini.

Karena itu, lanjut Yenny, harus gencar dilakukan sosialisasi bahwa konsep jihad yang paling utama yang berdimensi kital atau perang, tetapi melawan hawa nafsu itu sendiri. Kedua definisi dari jihadnya itu sendiri bisa bermacam-macam, termasuk berbuat kebaikan bagi orang lain, bagi bangsa, bagi negara, membuat terobosan-terobosan yang positif.

"Misalnya juga menciptakan penemuan-penemuan baru bagi para ilmuwan, atau juga bagi para dokter dengan pengabdian hidupnya untuk kemanusiaan. Itu juga merupakan jihad. Dan itu yang justru harus kita lakukan. Ini jihad yang membawa maslahah. Kalau jihad yang dengan konsep kital itu adalah jihad yang membawa kerusakan, massadah,” kata wanita kelahiran Jombang, 29 Oktober 1974 ini.

Yenny menegaskan edukasi kepada masyarakat harus terus diberikan karena bangsa Indonesia faktanya belum lepas dari berbagai ancaman seperti radikalisme dan intoleransi.

Wahid Foundation sendiri lebih fokus dalam mencegah intoleransi agar masyarakat tetap berfikir baik satu sama lain untuk saling mengedepankan gotong royong, sikap berdialog dan sebagainya.

Untuk merealisasikan itu, terang Yenny, Wahid Foundation telah membuat langkah-langkah agar islam rahmatan lil alamin betul-betul bukan sekadar gagasan saja, tapi perwujudan dari peradaban islam yang akan menginspirasi dunia. Program-program itu antara lain melatih anak muda agar peka dengan konten media sosial yang akan bekerjasama dengan google dan twitter. Ini sebagai upaya untuk menangkal hoax dan fitnah di media sosial.

Selain itu, Wahid Foundation juga mempunyai program intervensi ekonomi yang menyasar ibu-ibu di tingkat akar rumput agar mereka lebih berdaya secara ekonomi, tapi secara gagasan mengajak mereka untuk berfikir toleran.

"Kemarin baru diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo yakni gerakan perempuan untuk koalisi sosial. Dari  situ nanti kami akan mewujudkan kampung-kampung damai di berbagai daerah di Indonesia. Konsepnyanya anggota komunitas ini dilatih secara ekonomi, tetapi juga diminta menjadi agen-agen toleransi perdamaian di tingkatnya masing-masing," katanya mengakhiri.[wid]

 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya