Berita

ketua bpk Harry Azhar Azis

Pimpinan BPK Harus Mundur Atau Lawan KPK

RABU, 15 JUNI 2016 | 16:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kesimpulan KPK bahwa tidak ada perbuatan melawan hukum dalam pembelian lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) bertentangan dengan hasil audit BPK.

BPK menemukan sejumlah penyimpangan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan merugikan negara Rp 191 miliar dari pengadaan lahan seluas 2,64 hektar tersebut.

"Sikap KPK ini menimbulkan masalah hubungan kelembagaan dalam tatanan negara," tegas mantan Ketua Umum PB HMI, Syahrul Efendi Dasopang, dalam keterangannya petang ini (Rabu, 15/6).


Dia menjelaskan, secara hirarkis BPK lebih tinggi dari pada KPK. BPK diatur langsung oleh Undang-undang Dasar 1945. Sedangkan KPK hanya diatur UU yang jelas berada di bawah UUD.

Lepas dari itu, Syahrul menambahkan, ada dua kesimpulan kalau sampai KPK berani menepiskan hasil audit BPK. "Pertama, hasil audit itu tidak valid," urainya.

Kalau betul tidak valid, berarti BPK telah bertindak sembrono yang tidak mencerminkan penghormatan pada kelembagaannya. Bila benar demikian, pimpinan BPK harus mundur.

"Kesimpulan kedua, hasil audit valid, tapi diacuhkan secara sengaja oleh KPK oleh motif politik," beber Syahrul.

Menurutnya, jika kemungkinan kedua ini yang terjadi, BPK perlu melawan bersama rakyat yang dirugikan. Karena tindakan KPK tersebut jelas melecehkan UUD dan kehormatan negara.

"Jika pimpinan BPK tidak melawan, maka mereka tidak perlu duduk di lembaga itu lagi. Karena tidak sanggup membela kehormatan lembaga negara tersebut," demikian Syahrul.[zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya