Berita

Rofi Munawar

Politik

Hadir Di Forum G7, Momentum Indonesia Dorong Kemitraan Strategis

JUMAT, 27 MEI 2016 | 18:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Joko Widodo harus menjadikan Forum G7 sebagai momentum Indonesia untuk mendorong Kemitraan Strategis dengan negara-negara maju. Hal itu perlu diupayakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan cara membawa misi ekonomi yang lebih konkret serta produktif.

Dorongan disampaikan Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/5).

Forum G7 adalah pertemuan 7 (tujuh) negara yang merepresentasikan lebih dari 64 persen kekayaan dunia (U$ 263 triliun) menurut International Monetary Fund (IMF). Ketujuh negara tersebut adalah Kanada, Prancis, Jerman, Itali, Jepang, dan Amerika Serikat. Forum G7 kali ini diselenggarakan di Ise-Shima Prefektur Mie, Jepang pada 26-27 Mei 2016.


Forum G7 kali ini adalah momen pertama Indonesia diundang untuk berpartisipasi karena dinilai mencerminkan pandangan negara-negara anggota terhadap peran Indonesia sebagai salah satu negara besar di Asia. Turut diundang pula Bangladesh, Laos, Papua Nugini, Sri Lanka, Vietnam, dan Chad juga turut diundang dalam pertemuan ini.

"Presiden Jokowi harus menjadikan momentum pertemuan G7 sebagai sarana mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara khusus, meneguhkan peran strategis Indonesia di kawasan dan membangun alternatif investasi terhadap berbagai komoditas nasional,” jelas Rofi Munawar

Oleh karena itu, jelas Rofi, Presiden Jokowi bisa menyampaikan masukan mengenai kondisi ekonomi negara-negara berkembang, agar negara-negara maju tersebut memiliki kesadaran terhadap pembangunan di negara-negara berkembang, khususnya pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan, dan kesehatan global.

"Presiden Jokowi harus memanfaatkan kesempatan bertemu dengan pemimpin G7 dan negara lain yg diundang. Presiden punya kesempatan membangun komunikasi dan Kerja sama dengan pemimpin negara yang hadir," papar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini.

Rofi menambahkan, secara khusus, Presiden Jokowi perlu membangun komunikasi lebih intensif dengan PM Jepang Shinzo Abe untuk membangun kerjasama ekonomi yang lebih produktif. "Yaitu, memerbaharui banyak kerjasama yang sudah jatuh tempo, serta mengundang kembali investro Jepang untuk berinvestasi kembali di Indonesia," tambah Rofi.

Selain itu, Rofi mengingatkan kehadiran Indonesia dalam Forum G7 ini hanya bersifat outreach meeting. Artinya, kehadiran Indonesia dinilai sebagai negara di luar G7 yang memiliki kendala ekonomi secara struktural dan memiliki hambatan komunikasi dengan Negara G7.

"Kesempatan Presiden Jokowi untuk bertemu dengan pemimpin negara-negara G7 disadari sangat terbatas, karenanya dapat melakukan alternatif pertemuan dengan negara-negara non-G7. Meskipun, negara di luar G7 tidak signifkan secara transaksi perdagangan, namun usaha diplomatik layak dilakukan secara optimal,” tegas Rofi. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya