Berita

humphrey djemat/net

Politik

Humphrey: Pemerintah Dan Kubu Romi Semakin Panik Dekati Injury Time

RABU, 25 MEI 2016 | 11:22 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) siap mengikuti verifikasi partai politik yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum pada 2017 mendatang.

Verifikasi partai politik menjadi badan hukum yang saat ini tengah dilakukan Kementerian Hukum dan HAM merupakan langkah awal sebelum menjadi peserta pemilu 2019. Verifikasi tersebut hanya berlaku untuk partai baru.

Sedangkan Wakil Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, menegaskan, PPP sebagaimana partai lain yang lolos threshold akan menjalani verifikasi pada tahun 2017 oleh KPU.


Saat ini persiapan verifikasi parpol telah direncanakan oleh DPP PPP dan sedang dalam proses yang melibatkan seluruh pengurus DPP, DPW, DPC dan PAC di seluruh Indonesia. Direncanakan, persiapan verifikasi parpol akan tuntas pada bulan Desember 2016.

Ia tegaskan lagi bahwa DPP PPP Muktamar Jakarta adalah DPP yang sah sesuai Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 601. Putusan MA tersebut bersifat inkracht, final dan binding.

"Sehingga adanya SK Menkumham yang mengesahkan DPP Muktamar lain (lebih dikenal dengan Muktamar Islah) hanya tinggal menunggu waktu untuk dicabut karena sifatnya politis tidak berdasarkan hukum, seperti halnya SK DPP Hasil Muktamar Surabaya yang telah dicabut," ujar Humphrey.

Ia terangkan bahwa Putusan MA 601 memiliki hierarki lebih tinggi dibandingkan SK Menkumham. Dengan demikian yang sah mengikuti Pilkada dan Pemilu adalah PPP Muktamar Jakarta dengan ketua Umum H. Djan Faridz dan Sekjen Dimyati Natakusumah.

DPP PPP yakin, apabila pemerintah memaksakan menggelar Pilkada dan Pemilu tanpa diikuti PPP yang sah yaitu PPP Hasil Muktamar Jakarta, maka dengan sendirinya kebijakan pemerintah tersebut batal demi Hukum.

"Hal inilah yang membuat pemerintah dan kubu Romahurmuziy atau Romi (hasil Muktamar Islah) semakin panik mendekati injury time," ungkapnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya