Berita

Libur Panjang, Kepulauan Seribu Menjadi Tempat Favorit

KAMIS, 05 MEI 2016 | 09:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepulauan Seribu menjadi tempat pavorit liburan. Dalam libur panjang saat ini, sebanyak 8.000 wisatawan menyerbu kawasan tersebut, khususnya pada 5-8 Mei 2016.

Ketua Asosiasi Jasa Wisata Kepulauan Seribu, Micky Musleh, mengungkapkan lebih dari 500 homestay dan wisma yang tersebar di pulau-pulau permukiman sudah penuh terpesan. Kebanyakan homestay dipesan wisatawan lokal asal Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Bandung.

"Pemesanan seluruh penginapan sudah penuh sejak pertengahan April lalu. Bagi wisatawan backpacker, kemungkinan masih bisa dapat penginapan dari yang booking cancel," ujar Micky Rabu.


Dia menjelaskan jika tidak dapat penginapan dari pembatalan pemesanan, wisatawan dapat menginap di rumah-rumah warga yang memiliki kamar lebih. Selain itu, ditawarkan alternatif menyewa tenda yang dapat digelar di Pulau Pramuka dan Pulau Tidung Kecil. Dengan demikian wisatawan masih tetap dapat berwisata di Kepulauan Seribu.

"Alternatifnya itu tadi bisa di rumah warga. Kalau sewa tenda di Pramuka bisa pasang tenda di taman Tanjung Elang atau depan Taman Nasional, atau juga bisa ke Tidung Kecil," tandasnya.

Menpar Arief Yahya sendiri sebelumnya sudah menandatangani kesepahaman dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan Kementerian PU dan PR di saat Rakornas Kepariwisataan, 28-29 April 2016 lalu. Salah satunya untuk membangun sekitar 100 ribu homestay dan 50 ribu toilet bersih di kawasan-kawasan wisata.

"Pulau Seribu termasuk yang menjadi prioritas, selain 9 top destinasi prioritas yang lain, seperti Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. Jakarta Pulau Seribu dan Kota Lama masuk prioritas juga," kata Menpar Arief Yahya.

"Nanti akan dihitung lagi, Kepulauan Seribu bisa mendapatkan jatah kredit kepemilikan homestay yang sangat murah dan kompetitif," kata dia.

Syaratnya mudah, ringan, dan harus menggunakan desain arsitektur nusantara, sesuai dengan budaya arsitekturnya. "Jadi nanti homestaynya dibuat standar pelayanan yang bagus," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya