Berita

net

Politik

Indonesia Dituding Gagal Bedakan Aktivis Politik Dengan Kelompok Bersenjata

KAMIS, 05 MEI 2016 | 08:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah Indonesia dianggap gagal membedakan antara aktivis politik yang mendukung kemerdekaan Papua lewat ekspresi pendapat secara damai, dengan mereka yang terkait dengan kelompok-kelompok bersenjata pro-kemerdekaan yang mengejar cita-cita mereka lewat penggunaan atau ancaman kekerasan.

Demikian pendapat lembaga Amnesty International dalam siaran pers yang mengecam penangkapan massal para aktivis politik Papua oleh kepolisian Indonesia, baik di Papua maupun di provinsi-provinsi lainnya.

"Penggunaan metode penangkapan semena-mena yang meluas di Papua nampaknya menjadi upaya membuat jera bagi kegiatan-kegiatan politik, menekan praktik berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi, menampilkan kegagalan Pemerintah Indonesia untuk membuat pembedaan," kata Deputi Direktur Kampanye Amnesty International di Asia Tenggara dan Pasifik, Josef Roy Benedict.


Amnesty International mengakui bahwa Pemerintah Indonesia perlu untuk menjaga keamanan publik di semua wilayahnya. Namun demikian, harus dipastikan bahwa segala pembatasan terhadap kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai sesuai dengan kewajiban Indonesia di bawah hukum HAM internasional, termasuk Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) di mana Indonesia adalah negara pihaknya.

Amnesty International prihatin bahwa akan ada penangkapan lebih lanjut terhadap para pengunjuk rasa damai dalam beberapa minggu ke depan, menjelang pertemuan puncak MSG (the Melanesian Spearhead Group), yang secara tentatif dijadwalkan antara akhir Mei dan awal Juni 2016, yang akan membahas aplikasi ULMWP (the United Liberation Movement for West Papua) untuk menjadi anggota penuh MSG. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya