Berita

zainal bintang/net

Politik

Jokowi Suka Kadin Yang Populis

SABTU, 23 APRIL 2016 | 12:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, pemerintah memang lebih memberikan perhatian kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Namun, UMKM masih terbebani adanya hambatan pada perizinan, sertifikasi dan proses birokrasi lainnya.

Menurut Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, hal itulah yang jadi penyebab Presiden Jokowi mau menerima para pengurus Kamar Dagang Industri (Kadin) dan bertatap muka dengan mereka di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Karena Jokowi berkesimpulan, Kadin yang berorientasi kepada pengusaha kecil dan potensi daerah adalah Kadinnya saudara-saudara," kata Rizal Ramli dalam sambutannya pada acara pengukuhan pengurus Kadin Indonesia Paradigma Baru masa bakti 2015-2020, di Balai Kartini Jakarta, Jumat malam (22/4).


Rizal Ramli mengatakan, Presiden Jokowi sebagai mantan pengusaha kecil di bidang produksi mebel di Solo, Jawa Tengah, sangat merasakan bagaimana sulitnya kehidupan pengusaha UMKM di daerah. Di sisi lain, ada organisasi pengusaha yang bernama Kadin. Namun, dalam pandangan Jokowi, pengurus Kadin beberapa tahun yang lalu sama sekali tidak punya perhatian kepada pengusaha UMKM.

"Kadin di masa lalu hanya mengurus kerajaan bisnis mereka dan kelompoknya sendiri. Kerjanya hanya keluyuran ke luar negeri. Ramai-ramai ikut rombongan presiden, tetapi nasib pengusaha UMKM tidak diurus. Kadin mereka itu sangat elitis," kata Rizal Ramli mengutip pernyataan Jokowi mengenai kiprah organisasi pengusaha itu di masa lalu.

Sambutan Rizal Ramli yang blak-blakan itu mendapat sambutan meriah dari sekitar lima ratus tamu yang hadir pada malam kemarin. Pengukuhan pengurus Kadin dihadiri 30 pengurus Kadin Provinsi dan 300 orang pengurus pusat yang dikukuhkan.
   
Wakil Ketua Umum Kadin, Zainal Bintang, seusai acara pengukuhan itu mengatakan, yang menjadi perhatian "Kadin Paradigma Baru" adalah langkah Jokowi yang memerintahkan memangkas 42 ribu regulasi yang tumpang tindih.

"Pemangkasan itu jelas bertujuan mempermudah bergeraknya roda ekonomi. Tumpukan 42 ribu regulasi itu jelas kontra produktif," kata Bintang.

Zainal Bintang sendiri pernah menjabat Plh (Pelaksana Harian) Ketua Umum Kadin menggantikan Rizal Ramli yang ditunjuk menjadi menteri.

"Jokowi sangat mengapresiasi hadirnya Kadin Paradigma Baru karena dinilai lebih memikirkan pengusaha kecil dan peningkatan perekonomian di daerah. Kadin kami ini di mata pemerintah dinilai sebagai Kadin yang populis, bukan Kadin yang elitis," tegas Bintang. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya