Sejumlah tokoh hadir dan berbagi inspirasi tentang tips sukses dalam acara Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2016 di Malang, Jawa Timur pada 30 Maret sampai 5 April.
Seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ridwan Hisjam, Anggota Komisi X DPR RI Moreno Soeprapto, Wali Kota Malang Moch. Anton, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto, hingga Ketua DPRD Kota Malang Arif Wicaksono.
Ridwan Kamil misalnya menyebut bahwa kota kreatif adalah tempat pertemuan dari 3T. Yakni talenta, teknologi, dan toleransi. "Kita Harus bisa menyatukan tiga hal tersebut," ujar walikota Bandung yang tergolong eksis di media sosial itu.
Upaya mewujudkan 3T bisa dilakukan dengan memperbanyak ruang interaksi sosial. Baik itu berupa tempat nongkrong maupun taman. Biasanya, di tempat-tempat seperti ini muncul ide-ide baru. "Anak muda itu harus dibuat sibuk. Agar tidak terjerumus ke hal negatif," papar Kang Emil.
Kang Emil berpesan agar Kota Malang memilih salah satu produk kreatif unggulan. "Jadilah 'dokter spesialis'. jangan jadi 'dokter umum'," pesan Kang Emil buat Kota Ngalam yang selama ini juga dinilai banyak melahirkan anak-anak kreatif.
Dia menyebut ekonomi kreatif punya dampak yang besar. Ambil contoh apa yang terjadi pada Facebook. "Facebook itu kalau sekarang dijual, harganya Rp 4 ribu triliun,†paparnya. Padahal, semula dikonsep dengan model yang simple, hanya beberapa gelintir manusia saja. Kini sudah menjadi perusahaan raksasa dunia, dan mendunia.
Sementara itu, Triawan Munaf mengatakan, industri kreatif berkontribusi 6,1 persen terhadap perekonomian dunia. "Tidak seperti sumur-sumur minyak. Sumur-sumur kreativitas tak pernah kering," ujarnya sambil menjelaskan, konses sustainable development industry. Kreativitas bisa lahir dari mana saja, dari siapa saja, tidak memandang strata social.
Triawan berharap, ICCC yang telah digelar untuk dua kalinya itu, mampu menemukan potensi kreatif dan inovasi dari setiap kabupaten atau kota di Indonesia. Sehingga dapat menjadi daya utama bagi peningkatan ekonomi.
Sementara itu Menpar Arief Yahya sendiri dalam berbagai kesempatan mengharapkan ICCC Malang ini melahirkan wadah bagi anak-anak muda berkreasi. Semacam tempat untuk membesarkan
start up company, agar mereka terus berkarya, sebelum terjun di level professional dan bersaing global.
"Wadah itulah yang akan menjadi induk untuk menelorkan kreator-kreator muda dalam menjemput sukses di
creative industry," jelasnya.
[zul]