Berita

basuki t. purnama/net

Politik

Denny JA Ungkap Enam Jenis Berita Yang Kaitkan Ahok Dengan Dosa Podomoro

SABTU, 02 APRIL 2016 | 15:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di luar kasus hukum, pertarungan opini publik atas dugaan kaitan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, dengan kasus suap Agung Podomoro Land ke DPRD DKI Jakarta, sudah bergulir.

"Ke depan, akan semakin bergulir dan menjadi head line opini publik, terutama di social media," kata pakar sekaligus praktisi survei politik nasional, Denny JA.

Dalam tulisan yang disebarkannya lewat twitter @DennyJA_WORLD, ia mengaku telah melakukan "searching" di mesin pencari Google untuk kasus di atas. Ia menyaring enam jenis berita soal Ahok dalam hubungannya dengan reklamasi pantai, yang beredar di social media yang punya efek opini publik.


Pertama, #tangkapAhokgubernurPodomoro kini menjadi trending topic. Trending topic ini menjadi pertanda awal bahwa isu itu cukup diminati publik, dan sudah ada SMS (Social Media Soldiers) yang menggarapnya.

Kedua, berita Podomoro sebagai perusahaan yang mendapat banyak keuntungan dari reklamasi pantai. Harga sahamnya naik ketika izin reklamasi pantai dikeluarkan. Ini menjadi amunisi bahwa sudah ada pihak yang bertambah kaya akibat keluarnya izin reklamasi itu.

Ketiga, kopi surat Ahok selaku gubernur di bulan Desember 2014 yang ikut mengeluarkan (memperpanjang) izin bagi reklamasi pantai itu. Ahok berdalih bahwa izin itu dikeluarkan gubernur sebelumnya (Foke). Namun jelas pula di bulan Desember 2014, Ahok sendiri selaku gubernur yang memperpanjang izin itu.

Keempat, berita Gubernur Ahok digugat Walhi dan kesatuan nelayan tradisional karena dianggap melanggar aturan dan menjalankan kebijakan publik yang merusak lingkungan hidup.

"Walhi representasi suara kepentingan publik untuk lingkungan hidup yang dihormati. Track record-nya sudah jauh. Kesatuan nelayan yang merasa terancam nafkahnya merupakan representasi rakyat kecil yang cepat menarik simpati publik," ujar Denny.

"Gabungan dua kekuatan ini yang melawan gubernur Ahok, apalagi ternyata pengusaha Taipan reklamasi pantai itu kini tersangka KPK, akan menjadi babak baru," tambahnya.

Kelima, sebuah berita tentang Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, yang menyatakan izin Ahok untuk reklamasi pantai utara Jakarta menyalahi aturan.

"Menteri Susi juga tokoh yang diyakini publik kredibilitasnya. Jika ia melawan Ahok untuk isu reklamasi pantai, insting publik akan berdenting; Aha! Apakah ada 'udang di balik bakwan' dari semua izin perpanjangan ini?" jelas Denny.

Keenam adalah berita Ahok yang tak masalah jika dirinya disebut Gubernur Podomoro karena begitu sering ia meminta bantuan Podomoro untuk CSR (Corporate Social Responsibility).

"Kedekatan Ahok dengan Podomoro akan segera terkena apa yang disebut 'guilty by association'. Seandainya Ahok tak bersalah, tapi ia oleh opini publik tetap 'disalahkan' karena diasosiasikan dengan si tersangka KPK: Podomoro yang mendapatkan perpanjangan izin darinya," ungkap Denny JA.

Menurut Denny, jelas bahwa Ahok bukan "pemain kemarin sore" dan begitu pula timnya.

"Apakah Ahok mampu seperti kesebelasan terkenal Italia di bawah pemain legendaris Paolo Rossi? Di tahun 1982, Rossi sangat telaten menghadapi gempuran lawan, dan mengolahnya menjadi serangan balik mematikan," ungkapnya.

Menurut dia, Ahok harus meyakinkan publik bahwa ia tak hanya tegas pada rakyat kecil. Tapi ia juga tegas dengan para Taipan yang melanggar aturan.

"Jika tidak, Ahok akan menjadi politisi biasa yang melakukan the politics as usual," tutup Denny JA. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya