Berita

Gempa Tak Mempengaruhi Agenda Festival Mentawai

KAMIS, 03 MARET 2016 | 19:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tim Crisis Center Kementerian Pariwisata segera bergerak begitu mendengar kabar terjadi gempa berkekuatan 7,8 skala richter di Mentawai, Sumatera Barat, tadi malam. Tim langsung melakukan pendataan, memantau informasi, menghubungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan koneksi pariwisata terdekat dengan TKP.

Karena, kata Ketua Tim Crisis Center, Kemenpar, Ukus Kuswara, bencana alam, sekecil apapun, jika bersentuhan dengan objek wisata, hampir pasti langsung direspons.

Bahkan hingga pukul 13.00 WIB siang tadi, Tim yang bermarkas di lantai 15 Gedung Sapta Pesona itu masih berstatus siaga.  Terlebih terjadi gempa susulan tadi pagi dengan kekuatan 5,8 SR.  


Meskipun komunikasi dengan masyarakat di Mentawai termasuk yang berada di Pulau Siberut Selatan belum sepenuhnya lancar, tapi berdasar laporan yang dihimpun Tim Crisis Center Pariwisata, masyarakat di pulau itu telah kembali ke rumahnya dan beraktivitas sebagaimana biasa. "Suasana sudah normal. Kekhawatiran terjadi tsunami itu tidak terjadi," ungkap Ukus dalam keterangannya.

Sementara itu Asdep Pemasaran Nusantara, Raseno, memastikan semua rencana kegiatan menyamnut Gerhana Matahari Total di Mentawai pada 9 Maret mendatang tidak ada yang berubah. "Tidak, semua berjalan sesuai rencana. Festival Mentawai tetap digelar sesuai rencana," jawab Raseno, yang asli Padang, Sumbar tersebut.

Karena bagi warga Sumbar, gempa bumi itu sudah seperti makanan sehari-hari. Terlalu sering ada bumi bergoyang di sana. "Jadi, masyarakat sudah biasa," jelas dia.

Menpar Arief Yahya menambahkan pihaknya sudah mempunyai standar operating procedure dalam menanggapi bencana agar tidak berpengaruh terhadap pariwisata. "Yang kami adopsi dari UN-WTO United Nation World Tourism Organization. Kami selalu menggunakan global standart," kata Arief Yahya.

Tim Crisis Center sudah menjalankan standar itu sejak Gunung Raung meletus, diikuti erupsi gunung di Barujari, anak Gunung Rinjani, gunung Gamalama, Gunung Sinabung, Gunung Soputan, semua kompak erupsi. "Terakhir bom pos polisi Jalan Thamrin dan virus zika," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya