Berita

dahnil depan

Deponering Semakin Membuktikan Samad Dan BW Dikriminalisasi

KAMIS, 03 MARET 2016 | 19:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak semakin yakin penetapan Abraham Samad dan Bambang Widjojanto sebagai tersangka sebagai upaya kriminalisasi.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka pada awal tahun 2015 lalu tak lama setelah KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan, Wakapolri yang juga calon Kapolri saat itu, sebagai tersangka kasus rekening gendut.

Ketika itu, Bambang dan Samad adalah Wakil Ketua KPK.


"Bukti bahwa mentersangkakan BW dan Samad adalah kriminalisasi," tegas Dahnil kepada Kantor Berita Politik RMOL petang tadi (Kamis, 3/3).

Aktivis yang juga dosen ini menegaskan demikian menanggapi keputusan Jaksa Agung HM Prasetyo mengesampingkan (deponering) kasus dua mantan pimpinan KPK tersebut.

Selain itu, dia menambahkan, kasus tersebut dikesampingkan alias tidak dilimpahkan ke pengadilan karena Kejaksaan tidak cukup yakin akan menang di persidangan.

"Deponering itu bukti bahwa bukti dan berbagai argumentasi hukum tidak cukup meyakinkan Kejaksaan bahwa tuntutan mereka di persidangan akan berhasil/menang," tandas inisiator Gerakan Berjamaah Melawan Korupsi ini.

Abraham Samad ditetapkan Polri sebagai tersangka terkait kasus pemalsuan dokumen. Sementara Bambang Widjojanto terkait kasus keterangan palsu.

Mantan aktivis HAM ini disangka memerintahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam persidangan Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010 lalu. Saat itu dia menjadi pengacara calon kepala daerah. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya