Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) tak berafiliasi apalagi mendukung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum PP GPII Karman BM terkait pemberitaan sebuah harian nasional yang menyebut organisasi yang ia pimpin tersebut mendukung ISIS.
"ISIS baru dua tahun ada. Sedangkan GPII sudah 70 tahun. Jadi, GPII tidak ada kaitannya dengan ISIS apalagi mendukung ISIS," terang Karman dalam keterangannya Kamis (3/3).
Dia menjelaskan, GPII berdiri sejak 2 Oktober 1945 dengan dua tujuan utama. Yaitu mempertahankan kemerdekaan Indonesia/NKRI dan memperjuangkan Islam sebagai sebuah nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan semboyan utama Islam Yes, NKRI Yes.
Sejumlah tokoh nasional juga turut membidani lahirnya GPII. Seperti tokoh NU, KH Wahid Hasyim (ayah Gus Dur), tokoh Masyumi, Muhamad Natsir.
Sementara ISIS adalah organisasi terlarang di Indonesia bahkan dunia. Sehingga GPII tidak pernah mengutus kadernya untuk mendukung ISIS sebagaimana dalam pemberitaan belakangan ini.
"Saya tekankan sekali lagi, GPII tidak ada hubungannya dengan ISIS apalagi memdukung ISIS. Bagi kami NKRI adalah harga mati dan Islam sebagai nilai adalah perjuangan kami," tegas tokoh muda asal NTB ini.
[zul]