Berita

Presiden Ingin Penanganan Danau Toba Berstandar Internasional

SELASA, 01 MARET 2016 | 17:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semangat Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pengembangan 10 destinasi baru atau yang kerap disebut 10 Bali Baru itu bukan basa basi.  Hari ini, Presiden terbang ke Danau Toba, Sumatera Utara, untuk meninjau progress penguatan konektivitas dan aksesibilitas seperti bandara, jalan dan pelabuhan.

Danau Toba adalah salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas, selain Borobudur Jateng, Mandalika Lombok, Labuhan Bajo NTT, Bromo-Tengger-Semeru Jatim, Kepulauan Seribu Jakarta, Wakatobi Sultra, Tanjung Lesung Banten, Morotai  Maltara dan Tanjung Kelayang Belitung.

"Saya juga menekankan agar disiapkan branding untuk pemasarannya, pelayanan yang berstandar internasional, atraksi-atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, desain yang menarik yang mempunyai kelas," ucap Presiden dalam ratas (rapat terbatas) bersama Menpar Arief Yahya, Menteri PU PR Basuki, Plt Gubernur Sumut dan tujuh bupati yang berada di kawasan Danau Toba, tersebut. Problematika Danau Toba sudah dibahas berkali-kali oleh presiden dan kemenpar.


Seperti dalam rapat terbatas pada 2 Februari 2016 lalu, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan kepada menteri-menteri terkait agar dalam pengembangan Danau Toba dilakukan penguatan konektivitas dan aksesibilitas, seperti bandara, jalan, dan pelabuhan.

Toba dimasukkan sebagai destinasi unggulan, karena tujuan wisata andalan Sumut ini pernah menjadi atraksi hebat dan tersohor, tetapi pertumbuhannya tidak signifikan dari tahun ke tahun. Karena itu Toba harus direvitalisasi, ditata ulang, dipoles dengan sentuhan baru, agar berkembang menjadi "Bali" baru.

Menpar Arief Yahya sudah memulai dengan kesepakatan bersama 7 bupati membangun Danau Toba. "Saya masih ingat, dimulai tanggal 11 Agustus 2015. Dilanjutkan 27 Agustus 2015, dengan seminar di Medan dengan tema Pembentukan Badan Otorita Danau Toba," ungkapnya.

Kemudian pada 15 Oktober 2015, Presiden sudah rapat terbatas tentang pembangunan kepariwisataan. "6 November Pak Presiden Jokowi sudah memberikan arahan pengembanan 10 destinasi prioritas dan salah satunya Danau Toba," kata Arief Yahya.

Tanggal 4 Januari 2016, lagi-lagi Presiden memberikan arahan, tahun 2016 adalah tahun percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas. Pada 9 Januari lalu, langsung digelar Rakor lima menteri sebagai tindak lanjut percepatan itu di Toba, bersama para bupati. "Sekaligus penegasan prinsip single destnation single management," Menpar.

Pada tanggal 1 Februari pun, Rakor Sekab pembentukan Badan Otorita ini bergerak. "Saya melihat progress yang cepat soal Badan ini. Tinggal menunggu perpres soal badan ini yang target waktunya triwilan I tahun 2016. Kami sudah merapatkan dengan Pokja 10 Bali Baru 29 Februari soal kelengkapan pembentukan badan otorita," tandas Arief Yahya.[zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya