Berita

foto:net

Hukum

Saksi Ahli: Peraturan BI Sengaja Diubah agar Century Dikucuri FPJP

SENIN, 05 MEI 2014 | 17:55 WIB | LAPORAN:

Kesalahan Bank Indonesia (BI) dalam perkara dugaan korupsi pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik diperkuat oleh tim pemeriksa Bank Century dari BPK, I Nyoman Wara.

Saat dihadirkan sebagai saksi ahli oleh Jaksa KPK, dia menuturkan BI sengaja mengubah Peraturan BI agar Bank Century masuk syarat mendapat FPJP.

Menurutnya, dalam Rapat Dewan Gubernur, 14 November 2008 yang isinya merevisi PBI syarat pemberian FPJP. Dimana, CAR yang semula 8 persen diganti menjadi positif tanpa disertai angka. Perubahan lain yang dilakukan adalah dalam anggunan kredit 12 bulan jadi 3 bulan.


Nah, dia menduga perubahan itu sengaja dilakukan agar Bank Century bisa mendapatkan FPJP.

"Saat resmi diberikan FPJP 14 November 2008, BI menggunakan data CAR Bank Century per 30 September 2008. Meski CAR terkini 31 Oktober sudah terbukti negatif," kata dia dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/5).

Tak hanya itu, pihaknya, juga mendapatkan temuan lain. BI ternyata pengawasannya minim terhadap Bank Century. Padahal, Bank Century seharusnya sudah masuk dalam pengawasan khusus BI sejak 2005.

"Tapi baru 2008," sambungnya.

Soal penerimaan dana peminjaman dari Robert Tantular kepada Budi Mulya sebesar Rp 1 miliar, menurutnya, dapat menimbulkan konflik. Alasannya, itu dilakukan saat sedang terjadi proses pengambilan keputusan FPJP.[wid]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya