Berita

gedung mabes polri/net

Hukum

Mutasi Dua Ditlantas Polda Untuk Pembenahan

SENIN, 05 MEI 2014 | 14:50 WIB | LAPORAN:

. Mabes Polri memastikan mutasi yang terjadi di Polda Jawa Timur dan Polda Metro Jaya, khususnya di jajaran Direktorat Lalulintas, merupakan hal yang wajar.

Kepala Bagian Penerangan Umum, Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Agus Rianto menyatakan, dari hasil pemeriksaan unit pengawas internal, menyimpulkan pejabat terkait bertanggung jawab atas pelanggaran di lingkungannya.

"Walaupun dia tidak terlibat, dan di lingkungan terjadi maka dianggap bertanggung jawab. Mutasi itu biasa terjadi, dan penyegaran. Dua hal mutasi, untuk organisasi dalam rangka kesinambungan organisasi," kata Agus saat berbincang dengan wartawan di Mabes Polri, Senin (5/5).


Sambung Agus, untuk pejabat dan anggota dirlantas tersebut dalam pembinaan karier. Namun begitu, bisa diproses lebih lanjut bila ditemui pelanggaran hukum lain. "Mutasi itu diputuskan dengan dewan pertimbangan," pungkas Agus, menjawab alasan dua Polda saja yang dimutasi.

Sebelumnya, Mabes Polri melakukan "bedol deso" atau pembersihan besar-besaran di jajaran Direktorat Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim. Mabes Polri melakukan pembenahan kultur dan kinerja pelayanan jajaran lalulintas pasca operasi tangkap tangan yang dilakukan Propam Polri.

Sebelumnya Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, ada prokontra yang kuat di internal Polri pasca operasi tangkap tangan dalam dugaan suap di Direktorat Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim tersebut. IPW mengimbau semua pihak agar mendukung dan memberi apresiasi pada penataan dan pembenahan di jajaran Lalulintas Polda Metro dan Polda Jatim. Dengan harapan pembenahan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat, sehingga aksi percaloan di pelayanan Lalulintas benar benar bisa dihilangkan.

Namun IPW berharap operasi senyap yang dilakukan Mabes Polri ini harus dilakukan berkelanjutan dan konsisten. Aksi-aksi percaloan SIM dan tembak KTP yang hingga puluhan juta rupiah harus segera dibersihkan. Setelah itu operasi senyap perlu menyentuh "aksi siram-siram" untuk masuk SPN, Sespim dan Sespati. Begitu juga aksi mafia proyek yang mengemplang anggaran Polri hingga puluhan miliar rupiah perlu disergap operasi tangkap tangan Mabes Polri. Tujuannya agar Polri benar-benar berubah dan tidak hanya jajaran Lalulintas yang menjadi bulan-bulanan operasi senyap. [rus]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya